ADVERTISEMENT

Ngenes! Jumlah Gelandangan di Inggris Melejit, Krisis Bikin Makin Parah

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 18:54 WIB
Sleeping on the streets of Las Vegas will be illegal in downtown and residential areas of the gambling city (AFP Photo/JEWEL SAMAD)
Ilustrasi Gelandangan. Foto: AFP Photo/JEWEL SAMAD
Jakarta -

Mantan Kepala Pegawai Negeri Sipil Inggris, Bob Kerslake meminta pemerintah melindungi penyewa hunian yang berisiko diusir karena tidak mampu membayar. Ia memperingati pemerintah terkait meroketnya jumlah tunawisma akibat krisis biaya hidup.

Pada kuartal pertama tahun ini, jumlah rumah tangga di Inggris yang termasuk tunawisma, atau menjadi terancam tunawisma naik 5,4% dibandingkan tahun lalu, menjadi 74.230 rumah tangga.

Ia yang saat ini mengetuai Kerslake Commission on Homelessness and Rough Sleeping mengatakan, apabila pemerintah salah mengambil langkah, hal ini bisa mendatangkan bencana besar. Janji untuk menghilangkan tunawisma di 2024 pun dapat musnah.

Sebelumnya kebijakan perlindungan untuk penyewa sempat diterapkan pada masa pandemi lalu. Pemerintah mempersulit tuan tanah untuk mengusir penyewa yang menunggak sewa dan dipuji secara luas karena mencegah potensi lonjakan orang tanpa tempat tinggal.

Menurutnya, persoalan ini sama mendesaknya dengan kondisi melonjaknya tagihan energi dan biaya rumah tangga lainnya demi mencegah orang kehilangan tempat tinggal.

Kerslake juga meminta para menteri untuk meningkatkan tunjangan perumahan lokal, jumlah yang dibayarkan untuk membayar sewa untuk penerima bantuan, sehingga mereka bisa masuk ke 30% pasar terbawah. Para penerima bantuan ini telah dibekukan sejak April 2021.

"Perdana menteri baru telah mengumumkan rencana untuk membatasi tagihan energi rumah tangga rata-rata sebesar 2.500 pound sterling (Rp 42,5 juta; kurs Rp 17.000) per tahun mulai bulan depan," kata Kerslake, di lansir melalui The Guardian, Kamis (22/09/2022).

"Dan ini, meskipun disambut, tidak cukup. Bahkan dengan bantuan ini, ribuan orang masih menghadapi prospek yang sangat nyata kehilangan rumah mereka karena mereka berjuang untuk mengelola," tambahnya.

Menurutnya, persoalan ini bukan hanya tentang mengeluarkan orang dari jalanan, melainkan tentang memastikan orang-orang yang saat ini berisiko menjadi tunawisma juga tidak berakhir di jalanan.

Di sisi lain, seorang juru bicara pemerintah mengklaim, pihaknya telah memberi dewan sejumlah 316 juta pound sterling atau setara Rp 5,37 triliun tahun ini untuk memastikan tidak ada keluarga dibiarkan tanpa perlindungan atap.

"Ini bersamaan dengan tindakan yang kami ambil untuk mendukung keluarga dengan biaya hidup musim dingin ini melalui paket dukungan 37 miliar pound sterling (Rp 629 triliun) kami," katanya

"Ini termasuk 1.200 pound sterling (Rp 20,4 juta) tahun ini untuk yang paling rentan, membantu mereka membayar tagihan dan tinggal di rumah mereka," tambahnya.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT