ADVERTISEMENT

Efek Ngeri Inggris Krisis: Wanita Terpaksa Jadi PSK-Ribuan Sopir Bus Mogok

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 06:00 WIB
Petrol pumps out of use at a petrol station in London, Wednesday, Sept. 29, 2021. Prime Minister Boris Johnson sought to reassure the British public Tuesday that a fuel-supply crisis snarling the country was “stabilizing,” though his government said it would be a while before the situation returns to normal. Johnsons government has put army troops on standby to help distribute gasoline and help ease a fuel drought, triggered by a shortage of truck drivers, that has drained hundreds of pumps and sent frustrated drivers on long searches for gas. (AP Photo/Frank Augstein)
Mengantre BBM di Inggris/Foto: AP/Frank Augstein
Jakarta -

Krisis ekonomi tengah melanda Inggris. Bahkan, pada bulan Juli kemarin inflasi di negara itu naik di atas 10%, yang pertama sejak 1980-an.

Kondisi ini mendorong lonjakan harga kebutuhan pokok hingga tagihan energi, memberi dampak yang begitu dahsyat bagi para penduduknya demi bertahan hidup.

Mengutip laporan The Guardian, Kamis (22/9/2022), diperkirakan 20% orang dewasa Inggris, atau 10,9 juta orang, menunggak satu atau lebih tagihan rumah tangga. Menurut laporan Money Advice Trust, angka ini naik 3 juta sejak Maret.

Tidak hanya itu, berdasarkan survei badan amal Opinium terhadap 2.000 orang dewasa Inggris pada bulan Agustus, ditemukan 5,6 juta telah kehilangan makanan dalam tiga bulan terakhir sebagai akibat dari krisis biaya hidup. Saking beratnya biaya hidup, hampir 8 juta orang telah menjual barang pribadi atau rumah tangga untuk membantu membayar tagihan.

Penelitian juga menunjukkan, kenaikan harga energi yang tinggi membuat jutaan orang kesulitan lantaran biaya energi kini jadi tidak terjangkau. Faktanya, sekitar 10,7 juta orang telah melihat tagihan energi mereka naik £ 100 atau lebih sebulan sejak April.

Kondisi tersebut berarti, lebih banyak orang meminjam uang untuk mencoba memenuhi kebutuhan. Badan amal itu memperkirakan bahwa lebih dari 15 juta orang harus menggunakan kredit untuk membayar kebutuhan pokok, sementara satu dari 10 harus meminjam uang dari keluarga atau teman.

Yang tak kalah miris, kenaikan biaya hidup juga membuat banyak perempuan yang terjun ke bisnis prostitusi. Mengutip data English Collective of Prostitution, jumlah perempuan yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) meningkat 1/3 dari angka biasanya. Itu karena biaya hidup yang tinggi.

Kondisi ini juga berpengaruh pada angka tunawisma di Inggris. Pada kuartal pertama tahun ini saja, jumlah rumah tangga di Inggris yang termasuk tunawisma, atau menjadi terancam tunawisma naik 5,4% dibandingkan tahun lalu, menjadi 74.230 rumah tangga.

Tidak berhenti sampai di situ, sektor transportasi di Inggris juga terancam 'mati suri'. Bagaimana tidak, lebih dari 2.000 pengemudi bus di London beserta 600 stafnya di Kent berencana melakukan aksi mogok pekan depan.



Simak Video "Lis Truss Pimpin Rapat Kabinet Perdana, Bahas Strategi Atasi Krisis Energi di Inggris"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT