ADVERTISEMENT

Ngenes Lihat Glodok City, Sepi Banget Bak Kuburan

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 13:04 WIB
Glodok City Sepi
Foto: Glodok City Sepi (Foto: Shafira Cendra Arini/detikcom)
Jakarta -

Glodok City merupakan salah satu pusat elektronik legendaris di ibu kota sejak 1980-an. Namun sayangnya, kiprah gemilangnya meredup setelah pandemi Covid-19 datang melanda. Bahkan kini kondisinya sepi 'bak kuburan'.

Menyambangi lokasinya yang berada di kawasan Glodok, Jakarta Barat itu pada Jumat (23/09/2022), terpantau oleh detikcom suasana sepi dan lengang saat mulai memasuki pintu utama. Temaram lampu-lampu lorong menyambut pengunjung, seolah menyoroti kios-kios yang tak berpenghuni.

Memasuki area tengah pusat perbelanjaan itu, nampak cukup banyak kios yang buka. Cukup banyak orang berlalu lalang. Namun sayangnya, tidak ada satupun pengunjung yang terlihat mampir. Kebanyakan dari mereka ialah pegawai toko dan ojek online. Hanya suara-suara seperti bor listrik, selotip, dan piring-piring berderit yang menggema hingga membuat gedung itu terasa ramai.

Di depan beberapa kios yang tutup itu, nampak pengumuman bertuliskan 'Dijual/Disewakan' terpasang. Ada pula beberapa kios yang ditempeli kertas pengumuman bertuliskan 'Ditutup Sementara' dari PD Pasar jaya.

Glodok City SepiGlodok City Sepi Foto: Glodok City Sepi (Foto: Shafira Cendra Arini/detikcom)

Pemilik gerai radio komunikasi di Glodok City, Tugimin mengatakan, kondisi ini mulai terlihat kala pandemi Covid-19 melanda di tahun 2020.

"Semenjak pandemi tuh pengunjung udah sepi banget. Dulu tuh penuh orang jualan. Pas pandemi itu orang jadi pada berkurang. Artinya apa? orang jadi pada pindah ke online," jelasnya, kepada detikcom.

Oleh sebab itu, akhirnya banyak pemilik toko yang beralih membuka toko online di rumah. Kondisi ini juga dilandasi atas pendapatan yang menurun hingga kesulitan membayar sewa.

"Pas pandemi itu kan akhirnya bukanya (toko) jarang-jarang. Semenjak itu, orang jadi pada berpikir untuk ke online. Barang-barang dibawa pulang aja dan nggak usah sewa kios," ujar Tugimin.

Ia yang telah berjualan di sana sejak 2018 ini mengaku, pendapatannya dan rekan-rekannya di sana menukik tajam, bahkan jauh di bawah 50%.

"Kita bisa-bisa ngatur keuangan kita aja untuk ngebagi, biar usaha kita tetap bertahan. Pengeluaran tuh seminim mungkin," tuturnya.

Di sisi lain, salah seorang pemilik toko service Play Station di pusat perbelanjaan itu juga merasakan hal yang sama. Bahkan, orang yang tidak mau disebutkan namanya ini mengaku, sangking minimnya, ia bisa tidak memiliki pelanggan dalam waktu satu minggu.

"Saya dulu buka dua kios ini, sekarang satu saja udah susah. Istilahnya untuk pengunjung itu dulu mereka bisa ngantri sampai 4-5 orang. Sekarang? Satu aja bisa nggak ada," katanya.

Ia mengatakan, sejak pandemi melanda, pengunjung tempat tersebut bisa dikatakan hanya orang kantin, pegawai toko, dan ojek online. Oleh karena itu, kini ia tinggal menunggu kontrak satu tahun tokonya habis.

"Saya ini sampai kontrak habis udah, nggak akan lanjutin. Mau buka dari rumah saja. Tapi masih belum tahu bakal gimana. Karena dari online juga makin ke sini makin sepi," ungkapnya.

Keluhan dari dirinya dan teman-temannya menyangkut kondisi pusat perbelanjaan tersebut telah menumpuk selama bertahun-tahun. Kini, yang ada di pikirannya hanya bagaimana untuk tetap bertahan hidup.

Menyangkut perkara Glodok City yang hampir mati suri ini, detikcom telah berupaya menghubungi pihak PD Pasar Jaya. Namun hingga berita ini dibuat, belum ada tanggapan lebih lanjut.



Simak Video "Sandiaga Uno Sebut Pecinan Glodok Punya Storynomics Tourism"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT