ADVERTISEMENT

Zulhas dan Menteri G20 Belum Sepakat soal Konflik Rusia-Ukraina, Kenapa?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 14:54 WIB
Para Menteri G20 Kumpul di Bali Belum Ambil Sikap Soal Konflik Rusia-Ukraina
Zulhas dan Menteri G20 Belum Sepakat soal Konflik Rusia-Ukraina, Kenapa?/Foto: Anisa Indraini/detikcom
Jakarta -

Pertemuan Tingkat Menteri G20 di bidang perdagangan, investasi dan industri atau G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) telah selesai dilaksanakan. Pertemuan yang berlangsung dua hari itu berakhir tanpa adanya kesepakatan bersama tentang geopolitik Rusia dan Ukraina.

Demikian kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas dalam konferensi pers tentang hasil Pertemuan TIIMM di Sofitel Nusa Dua, Bali, Jumat (23/9/2022).

"Dari sekian isu, semua sepakat kecuali satu, oleh karena itu tidak ada konsensus, tidak tercapai konsensus. Dari 27 paragraf, 26 oke, satu tidak itu mengenai geopolitik, saudara-saudara sudah paham itu," kata Zulhas.

Zulhas menjelaskan bahwa Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), hingga Australia telah mengangkat isu geopolitik dalam pertemuan itu, tetapi hasilnya tidak ada kesepakatan. Hal ini karena adanya perbedaan pandangan sejumlah negara dalam membahas hal tersebut.

"Oleh karena itu pertemuan kita ini tidak terjadi konsensus, tidak ada joint statement, nggak ada. Dari 27, sekali lagi satu poin itu tidak sepakat," tegasnya.

Kesepakatan di Sektor Perdagangan

Di bidang perdagangan, ada hasil konkret terkait enam isu prioritas untuk atasi tantangan perdagangan global. Pertama, soal reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

"Negara G20 menegaskan pentingnya memperkuat prinsip dasar WTO serta sepakat bahwa reformasi WTO adalah kunci untuk memperkuat kepercayaan dalam sistem perdagangan multilateral," jelas Zulhas.

Kedua, peran sistem perdagangan multilateral dalam memperkuat agenda target pembangunan berkelanjutan atau SDG's. "Anggota G20 sepakat atas pentingnnya sistem perdagangan multilateral dalam mendorong tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG's," tambahnya.

Ketiga, kesepakatan terkait respons perdagangan, investasi dan industri dalam mengatasi pandemi dan mendukung arsitektur kesehatan global.

"Negara G20 menyepakati pentingnya peran sistem perdagangan multilateral untuk meningkatkan ketahanan dari pandemi dan arsitektur kesehatan global termasuk menegaskan dukungan atas hasil yang dicapai dalam konferensi tingkat menteri WTO ke-12 lalu," imbuhnya.

Keempat, terkait perdagangan digital dan rantai nilai global. Negara anggota G20 menegaskan bahwa rantai nilai global berperan penting dalam mendorong partisipasi negara berkembang khususnya bagi UMKM perempuan dan wirausaha muda ke dalam perdagangan global. "G20 juga sepakat mendorong perdagangan digital yang inklusif," ucapnya.

Kelima, terkait peningkatan investasi berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi global yang kuat. Keenam atau terakhir, kesepakatan terkait koherensi antara perdagangan, investasi dan industri.

"Anggota G20 menegaskan peran sistem perdagangan multilateral untuk mengembalikan produktivitas industri dan menyepakati koherensi kebijakan perdagangan dan investasi dengan kebijakan industri untuk mengatasi tantangan di masa depan," jelasnya.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT