Driver Ojol Ngeluh Potongan Aplikasi di Atas 15%, Kemenhub Lakukan Ini

ADVERTISEMENT

Driver Ojol Ngeluh Potongan Aplikasi di Atas 15%, Kemenhub Lakukan Ini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 25 Sep 2022 20:30 WIB
Massa driver ojek online (ojol) masih berdemonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2018). Mereka menyuarakan tuntutan soal rasionalisasi tarif ojol. Massa juga menuntut legalitas angkutan online kendaraan roda dua.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Perhubungan merespons keluhan para driver ojek online (ojol) soal potongan aplikasi lebih dari 15%. Dalam aturan tarif ojol, biaya jasa aplikasi hanya diperbolehkan maksimal 15%.

Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno menyatakan pihaknya akan melakukan komunikasi mendalam terlebih dahulu dengan para aplikator transportasi online soal keluhan dari driver mengenai biaya jasa aplikasi maksimal 15%.

"Kita komunikasikan dengan aplikator kenapa bisa lebih," ungkap Hendro ketika dihubungi detikcom, Minggu (25/9/2022).

Meski begitu, Hendro menegaskan pihaknya akan dengan tegas menindak aplikator yang sengaja belum menerapkan aturan tersebut.

"Aturan biaya aplikasi 15%, itu harus dijalankan," tegas Hendro.

Sebelumnya, para driver ojol mengeluhkan potongan aplikasi masih sangat tinggi bahkan di atas 15%. Padahal, dalam aturan baru tarif ojol yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022 sendiri potongan aplikasi diatur maksimal hanya 15%.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT