Bagaiamana Jurus Pemerintah Dongkrak Minat Milenial Terjun ke Pertanian?

ADVERTISEMENT

Bagaiamana Jurus Pemerintah Dongkrak Minat Milenial Terjun ke Pertanian?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 26 Sep 2022 13:19 WIB
Salah satu petani Nyoman Weta yang ditemui detikBali di sawahnya yang bersebelahan dengan Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) kabupaten Badung, di kawasan Sempidi, Sabtu (24/9/2022)
Foto: Triwidiyanti
Jakarta -

Pertanian menjadi sektor yang masih konsisten berkontribusi besar pada produk domestik bruto (PDB) selama kuartal II/2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor ini berkontribusi hingga 12,98% terhadap pertumbuhan ekonomi pada 3 bulan kedua tahun ini. Kalangan ekonom meyakini, sumbangsih pertanian terhadap struktur PDB bakal terus meningkat.

Apalagi, selama 3 tahun terakhir atau sejak pandemi COVID-19, pertanian menjadi bantalan ekonomi yang tumbuh positif dibandingkan dengan sektor lainnya.

Strategi pemerintah dengan berfokus pada pengendalian inflasi pangan melalui pembentukan satuan tugas khusus hingga memberikan subsidi untuk transportasi juga bakal memacu geliat di sektor ini.

Pemerintah juga terus berupaya memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi melalui digitalisasi penebusan yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Bali merupakan wilayah pilot project pertama.

Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian menilai, sejalan dengan berbagai upaya tersebut minat masyarakat untuk terjun ke bisnis pertanian bakal meningkat, termasuk kalangan pemuda.

Terlebih, digitalisasi yang dibangun pemerintah dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi juga cukup menjaga ketahanan sektor pertanian.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT