ADVERTISEMENT

Pemerintah dan BUMN Bikin Petani Kentang Naik Kelas, Begini Caranya

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 26 Sep 2022 08:35 WIB
Panen Raya Petani Kentang Binaan Pertamina

Vice President CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) Agus Mashud didampingi jajarannya melakukan simbolisasi panen kentang di Kampung Panyingkiran, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (19/10/2017).  Dari luas tanaman kentang di lahan seluas 76 Ha ini berhasil melakukan Panen Raya Kentang yang bergulir sejak September lalu hingga Januari 2018 mendatang, menghasilkan lebih dari 1.000 ton.  Grandyos Zafna/detikcom

-. Hasil panen melimpah ttidak lepas dari program kemitraan Pertamina yang menyuntik bantuan modal usaha. Mereka diberikan pinjaman dengan metode Bayar Panen (Yarnen) selama 6 bulan  dan bergulir selama jangka waktu 3 tahun.



-. VP CSR & SMEPP Pertamina Agus Mashud mengatakan, sejak 30 Mei 2017, Pertamina telah menyalurkan  bantuan modal usaha melalui Program Kemitraan sejumlah Rp 7.4 milyar  kepada kelompok Petani Kentang di Garut.  

“Dana kemitraan telah disalurkan kepada petani melalui koperasi yang mengawasi penyaluran dana, mendampingi petani sekaligus menampung hasil panen kentang.

-. Panen raya ini adalah hasil dari musim tanam bulan Mei 2017 lalu, dan kami bersyukur hasil panennya sangat menggembirakan. Hasil yang dicapai lebih dari 1000 ton kentang, menjadi tolok ukur keberhasilan program-program kemitraan yang kami gulirkan  dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat khususnya petani,”ujar Agus Mashud.



-. Mitra yang digandeng Pertamina di Garut adalah koperasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)  “Mustika Hutan”. Koperasi ini awalnya menaungi perambah hutan. Kemudian berkembang menaungi beberapa petani tanaman gunung yang ada di Garut.

-. Selain membina petani dalam produksi, Koperasi LMDH ini pula yang akan menampung hasil panen para petani, dan membelinya dengan harga yang layak. 

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan para petani kentang yang selama ini selalu dibayangi dengan jeratan rentenir, dan tengkulak karena kesulitan mengakses
Pemerintah dan BUMN Bikin Petani Kentang Naik Kelas, Begini Caranya/Foto: Dok. Pupuk Kaltim
Jakarta -

Produktivitas panen kentang di Kabupaten Malang Jawa Timur naik menjadi rata-rata 33,9 ton per hektare (ha). Pada 2021 lalu, hasil panen kentang rata-rata 19 ton/ha.

Peningkatan produktivitas kentang ini merupakan bagian dari program Agrosolution yang melibatkan 110 petani dengan total lahan 124,5 ha.

"Program Agrosolution kembali dilanjutkan tahun ini dan hasilnya pun jauh lebih signifikan sebesar 33,9 ton, atau dua kali lipat dari pendampingan sebelumnya. Ini sebuah pencapaian yang sangat baik, sekaligus membuktikan petani mampu produktif dalam mengoptimalkan lahan garapan," ujar SEVP Bussines Support Pupuk Kaltim Meizar Effendi dalam keterangannya, Senin (26/9/2022).

Program Agrosolution merupakan upaya pemerintah bersama BUMN untuk memberikan pendampingan kepada petani guna meningkatkan produktivitas hasil serta pendapatan petani melalui penggunaan input pertanian nonsubsidi. Program ini terbukti mampu mendorong produktivitas hasil pertanian seperti padi, kakao, kelapa sawit, tebu dan jagung di berbagai daerah, yang turut dibarengi naiknya keuntungan petani.

"Begitu juga panen kali ini, bisa dihitung potensi pendapatan petani. Jika satu Kilogram (Kg) kentang diharga Rp7.700,- maka didapati Rp261 juta untuk 33,9 ton hasil. Dikurangi modal Rp90 juta, maka keuntungan petani mencapai Rp170 juta. Inilah salah satu upaya Pupuk Kaltim untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia," papar Meizar.

Pada kesempatan itu, turut diresmikan Kampung Agrosolusi Pelangi di Desa Ngantru, yang dikonsep sebagai area percontohan pertanian kentang di Kabupaten Malang. Melalui gagasan ini, kelompok tani dari berbagai wilayah lain di Jawa Timur dapat belajar untuk pengembangan produktivitas kentang, sekaligus bergabung dalam program Agrosolution.

Meizar pun berharap seluruh stakeholder terkait terus memberikan dukungan pada program ini, sehingga produktivitas hasil pertanian dan kesejahteraan petani semakin meningkat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. "Selain meningkatkan kesejahteraan petani, program Agrosolution juga digagas untuk menciptakan petani mandiri agar ke depan tidak lagi tergantung pada pupuk subsidi," tandas Meizar.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT