Asosiasi Pengusaha Ritel Apresiasi Mendag Stabilkan Harga Bahan Pokok

ADVERTISEMENT

Asosiasi Pengusaha Ritel Apresiasi Mendag Stabilkan Harga Bahan Pokok

Mega Putra Ratya - detikFinance
Senin, 26 Sep 2022 18:35 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Kasih Naikoten, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Begini potretnya.
Foto: dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zullkifli Hasan atau Zulhas memaparkan capaian di 100 hari kerjanya. Zulhas memamerkan keberhasilannya menstabilkan harga bahan pokok dan peningkatan kinerja ekspor.

Upaya Zulhas dalam menangani sektor perdagangan mendapatkan apresiasi dari peritel. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) Roy Mandey mengatakan upaya Zulhas menstabilkan harga minyak goreng berbuah manis.

"Kami menyambut baik pak, apa yang bapak sudah lakukan, karena ini sangat berarti bagi kita peritel untuk bisa membuat ketersediaan barang dan kestabilan harga terutama tentunya minyak goreng itu kami terima kasih sudah mulai ada kesimbangan baru saat ini," kata Roy dalam keterangannya dikutip Senin (26/9/2022).

Roy menyampaikan hal itu di depan Zulhas yang juga Ketum PAN dalam paparan 100 hari kerja di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Minggu (25/9).

Roy melanjutkan, stok Minyakita sudah tersedia di berbagai toko ritel. Kemudian, harga minyak goreng kemasan premium juga sudah turun harganya.

"Minyakita beberapa peritel kami siapkan, bahkan untuk yang premium pun sudah mulai bukan naik lagi, malah turun menuju keseimbangan baru, sesuatu effort yang kami apresiasi pak karena ini Aprindo tentunya sejak dari awal tahun bersama-sama dengan pemerintah, dengan Kementerian Perdagangan untuk menyediakan kebutuhan pokok yang sangat diperlukan masyarakat," ujarnya.

Dalam paparannya, Zulhas menyebut harga minyak goreng di pasar sudah stabil. Zulhas juga menyampaikan harga bahan pokok juga stabil.

"Harga minyak, sudah di Rp 14.000. Rata-rata sudah menyentuh Rp 13.800," ungkap Zulhas.

Selanjutnya, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit naik menjadi Rp 2.000 per kilogram (kg). Petani kelapa sawit juga disebut tidak protes lagi.

Kemudian, Zulhas menyebut per Agustus ini surplus perdagangan mencapai US$ 34,92 miliar. Untuk ekspor, kini telah mencapai US$ 194,60 miliar atau meningkat 35,42% dari tahun lalu.

"Ekspor non migas Januari-Agustus meningkat US$ 194,6. Tapi ini rata-rata masih sumber daya alam. Minyak sawit, batu bara, dan yang lain. Itu andalan kita," jelasnya.



Simak Video "Gaya Mendag Zulhas Musnahkan Produk Impor Ilegal Rp 11 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(mpr/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT