RI Bidik Investor Kertas Asal Norska

RI Bidik Investor Kertas Asal Norska

- detikFinance
Jumat, 07 Jul 2006 17:10 WIB
Jakarta - Matinya industri kertas dan bubur kertas (pulp and paper) di negara-negara Norska, yakni Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia dan Swedia, memberi peluang kepada Indonesia untuk menarik investornya berinvestasi di Tanah Air.Saat ini tren kenaikan harga kertas terus terjadi karena permintaannya sangat tinggi. Namun pengusaha di negara Norska kesulitan memenuhi permintaan karena ketiadaan bahan baku.Kayu di negara-negara Skandinavia ini baru bisa dipanen 20-30 tahun. Sementara Hutan Tanaman Industri (HTI) di Indonesia yang merupakan negara tropis sudah bisa panen kayu dalam 6-7 tahun.Demikian diungkapkan oleh Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian (Depperin) Benny Wahyudi, usai bertemu dengan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Industri Permebelan Indonesia (Asmindo), di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (7/7/2006).Untuk menarik investor asal Norska, menurut Benny, pemerintah tengah berkonsentrasi pada penyediaan HTI tahun 2009."Kita kejar itu semua, sehingga apabila program telah berjalan dengan jelas, kita menjadi tempat investasi yang paling baik," kata Benny.Menurut Benny, industri kehutanan saat ini masuk dalam 10 besar prioritas sektor yang diunggulkan. Khususnya menyangkut industri furnitur, bambu kayu, rotan, dan pulp and paper. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads