Angka Kemiskinan di Jakarta Era Anies Naik-Turun, Begini Datanya

ADVERTISEMENT

Angka Kemiskinan di Jakarta Era Anies Naik-Turun, Begini Datanya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2022 13:11 WIB
Pertumbuhan ekonomi RI di kuartal II-2021 diramal tembus 7%. BI menyebut hal ini karena pemulihan di sektor pendukung turut mendorong ekonomi nasional.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Angka kemiskinan di Jakarta bergerak naik turun selama masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies sendiri akan mengakhiri masa jabatannya pada 16 Oktober 2022 mendatang setelah 5 tahun menjabat.

Di tahun-tahun awal memimpin, angka kemiskinan di Jakarta secara perlahan mengalami penurunan. Namun, angkanya berbalik arah seiring dengan datangnya pandemi COVID-19.

Berikut angka kemiskinan di masa kepemimpinan Anies Baswedan seperti dirangkum dari data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta:

Maret 2018

Persentase penduduk miskin Jakarta tercatat 3,57% atau sebanyak 373,12 ribu orang. Persentase penduduk miskin Maret 2018 merupakan yang terendah dalam empat tahun terakhir kala itu.

September 2018

Persentase penduduk miskin Jakarta September 2018 sebesar 3,55% atau lebih rendah dari Maret 2018 sebesar 3,57%. Tingkat kemiskinan ini mencakup 372,26 ribu orang.

Maret 2019

Secara persentase, penduduk miskin di Jakarta mengalami penurunan menjadi 3,47% atau sebesar 365,55 ribu orang. Angka tersebut merupakan 5 tahun terakhir yang terendah saat itu.

September 2019

Lagi, angka kemiskinan mengalami penurunan pada September 2019 menjadi 3,42% atau sebesar 362,30 orang.

Maret 2020

Jumlah orang miskin melesat pada periode ini. Tercatat, penduduk miskin Jakarta bertambah 118,6 ribu menjadi 480,86 ribu orang. Jumlah ini setara 4,53% dari total penduduk Jakarta atau naik 1,11% dibanding September 2019.

Penambahan penduduk miskin disebabkan karena penurunan daya beli masyarakat yang dipengaruhi oleh kenaikan harga barang jasa dan kehilangan sumber pendapatan.

September 2020

Jumlah penduduk miskin kembali meningkat menjadi 496,84 ribu atau 4,69% pada September 2022. Bila dibandingkan dengan keadaan enam bulan sebelumnya, kenaikan ini masih relatif kecil di mana pertambahan penduduk miskin sebesar 0,16%.

Maret 2021

Penduduk miskin bertambah 5,1 ribu menjadi 501,92 ribu orang atau 4,72%. Meski angka kemiskinan naik, namun kenaikannya tak sebesar dibanding periode sebelumnya.

September 2021

Angka kemiskinan untuk pertama kalinya turun sejak pandemi pada September 2021. Secara persentase, angka kemiskinan turun 0,05% menjadi 4,67%. Adapun secara jumlah menjadi 498,29 ribu atau berkurang 3,63 ribu dibanding periode sebelumnya.

Maret 2022

Angka kemiskinan naik lagi pada periode Maret 2022 menjadi sebesar 4,69% atau meningkat 0,02%. Secara jumlah, penduduk miskin Jakarta sebesar 502,04 ribu.

Penambahan jumlah penduduk miskin ini diantaranya disebabkan penurunan daya beli masyarakat yang masih terdampak pandemi COVID-19 dan juga kenaikan harga barang jasa.



Simak Video "Anies Soal Pengumuman Cawapres: Bisa Bulan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT