Pedagang Pasar Minta Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur Dipercepat

ADVERTISEMENT

Pedagang Pasar Minta Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur Dipercepat

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2022 15:49 WIB
Mendag Zulkifli Hasan resmi meluncurkan minyak goreng curah dalam kemasan sederhana. Dalam kesempatan itu, Zulhas juga sempat melayani warga yang membeli migor curah.
Minyakita/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendistribusikan minyak goreng satu harga dengan produk Minyakita ke Indonesia timur. Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) meminta realisasi penyaluran Minyakita ke Indonesia timur dipercepat.

"Pedagang pasar di Indonesia bagian timur sangat menantikan pasokan Minyakita yang dijanjikan Kementerian Perdagangan guna menekan tingginya harga minyak goreng. Alhamdulillah perlahan-lahan akhirnya program pemerataan harga minyak goreng murah ini telah berjalan di Indonesia Timur," kata Ketua Umum APPSI, Sudaryono di Jakarta, Senin (26/9/2022).

Sudaryono menjelaskan percepatan pendistribusian minyak goreng murah ke seluruh Indonesia dapat meningkatkan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga minyak goreng di wilayah timur Indonesia.

"Program ini sangat bagus sekali karena akan banyak membantu pedagang dan masyarakat. Hanya saja, perlu pengawalan yang ketat dari pemerintah serta melibatkan pedagang pasar agar program ini tepat sasaran," papar Sudaryono.

Pemerintah sudah mendistribusikan 36 kontainer yang mencakup 607 ton atau setara sekitar 674.400 liter Minyakita ke Maluku Utara. Hal ini sebagai upaya untuk menstabilkan harga minyak goreng di seluruh Indonesia.

Minyakita merupakan merek dagang minyak goreng kemasan yang dimiliki Kemendag dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter. Pengiriman minyak murah tersebut dilakukan melalui tol laut 36 kontainer Minyakita dilepas langsung oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (24/9/2022) kemarin.

Pengiriman tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan program gerai maritim yang bersinergi dengan pemanfaatan tol laut ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP).

Pengiriman minyak goreng tersebut merupakan tahap kedua. Sebelumnya, pada tahap pertama telah dilakukan pengiriman dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Kupang, Timika, dan Merauke dengan jumlah muatan sebanyak 40 kontainer yang mencakup 669,6 ton atau setara 744.000 liter minyak.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT