Mau Lengser dari Gubernur DKI, Ini Rapor Anies di Bidang Ekonomi

ADVERTISEMENT

Mau Lengser dari Gubernur DKI, Ini Rapor Anies di Bidang Ekonomi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 28 Sep 2022 06:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dok Pemprov DKI)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dok Pemprov DKI)
Jakarta -

Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan berakhir pada 16 Oktober 2022 mendatang. Kinerja Anies selama menjabat 5 tahun untuk bidang ekonomi pun telah tercatat.

Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta di masa kepemimpinan Anies tercatat naik-turun.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, Selasa (27/9/2022), pada tahun pertama memimpin, pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2017 yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 2.410,37 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp 232,34 juta atau US$ 17,37 ribu.

Ekonomi Jakarta tahun 2017 tumbuh 6,22%, mengalami peningkatan dibanding tahun 2016 sebesar 5,88%. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 11,27%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 12,37%.

Di tahun 2018, ekonomi Jakarta turun tipis dibanding tahun sebelumnya menjadi 6,17%. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 20,34%. Kemudian, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh pengeluaran konsumsi pemerintah yakni 16,45%.

Pertumbuhan ekonomi Jakarta kembali melambat di tahun 2019. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2019 sebesar 5,89%, lebih rendah dibanding dengan tahun 2018 dan 2017.

Berikutnya, di tahun 2020 atau saat pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta minus 2,36%. Hampir seluruh lapangan usaha mengalami kontraksi kecuali jasa kesehatan, informasi dan komunikasi serta jasa keuangan.

Pemulihan ekonomi Jakarta terjadi di 2021 meski masih dibayangi oleh pandemi, terutama varian Delta. Tahun 2021, perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 3,56% setelah tahun sebelumnya tercatat minus.

Sementara, pada kuartal II 2022, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tumbuh positif, kecuali Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P). Dari sisi produksi, tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi yaitu jasa kesehatan dan kegiatan sosial, jasa lainnya, dan perdagangan.

Naik turunnya data ekonomi juga terjadi pada angka kemiskinan DKI Jakarta. Berikut datanya: Baca halaman berikutnya



Simak Video "Teka-teki Penyebar Tabloid Anies di Masjid Kota Malang"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT