Laporan Keuangan BUMN Digabung: Utang Rp 1.500 T, Laba Rp 124 T

ADVERTISEMENT

Laporan Keuangan BUMN Digabung: Utang Rp 1.500 T, Laba Rp 124 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 28 Sep 2022 12:54 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir resmi meluncurkan laporan keuangan konsolidasi BUMN tahun 2021. Dengan laporan ini, maka kinerja keuangan perusahaan pelat merah dijadikan satu.

Erick Thohir mengatakan, transformasi BUMN tidak hanya pada model bisnis, sumber daya manusia dan proses bisnis. Namun, transformasi juga terjadi pada laporan keuangan yang terkonsolidasi.

"Sebagai perusahaan milik negara kita penting sekali memiliki buku yang bisa kita baca bersama-sama," katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Ada sejumlah manfaat dari adanya laporan keuangan yang terkonsolidasi tersebut. Erick menyebut, adanya laporan ini bisa mengidentifikasi kinerja masing-masing BUMN. Kemudian, pihaknya memiliki semacam peringatan dini (early warning system) untuk BUMN.

"Kita juga bisa memprediksi keberlanjutan atau strategi besar BUMN itu ke depannya," ujarnya.

Ia kemudian memaparkan, pendapatan konsolidasi BUMN tahun 2021 sebesar Rp 2.292,5 triliun atau tumbuh 18,8%. Laba bersih BUMN tercatat Rp 124,7 triliun atau naik 838,2% dibanding tahun 2020 sebesar Rp 13,3 triliun.

Pada kesempatan ini, Erick juga bicara soal utang BUMN yang tembus Rp 1.500 triliun. Menurut Erick, jika dibandingkan dengan modal BUMN maka kondisi BUMN masih sehat.

"Kembali kita bandingkan dengan investasi itu total utangnya Rp 1.500 triliun dan tentu equity atau modal investasi mencapai Rp 4.200 triliun artinya apa probabilitas perbandingannya kira-kira 35% antara utang dan equity, artinya juga kembali sehat," terangnya.



Simak Video "Erick Thohir: Revenue BUMN Naik 18,8% Jadi Rp 2.300 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT