Tak Hanya Terkaya di RI, Duo Hartono Masuk Daftar Paling Tajir di ASEAN

ADVERTISEMENT

Tak Hanya Terkaya di RI, Duo Hartono Masuk Daftar Paling Tajir di ASEAN

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 28 Sep 2022 13:02 WIB
Michael Bambang Hartono, orang terkaya di Indonesia, akan menjadi salah satu atlet di Asian Games 2018 di cabang bridge
Michael Bambang Hartono/Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport
Jakarta -

Dua orang terkaya Indonesia Robert Budi Hartono dan Michael Hartono dikenal sebagai orang terkaya di Indonesia. Namun, tak hanya di Indonesia, duo Hartono juga jadi paling kaya di Asia Tenggara.

Dikutip dari Forbes Richest Families disebutkan, keduanya menempati posisi ke 2 orang terkaya se Asia Tenggara. Mereka menduduki posisi di bawah Chearavanont Family yang memiliki perusahaan Charoen Pokphand.

Saat ini kekayaan mereka mencapai US$ 32 miliar atau setara dengan Rp 480 triliun. Untuk meraih apa yang dimiliki saat ini bukan hal mudah untuk keduanya. Mereka ditinggal sang ayah saat usia 23 dan 24 tahun.

Sejak saat itu pula usaha pabrik rokok kretek bernama Djarum yang telah dijalankan sejak 21 April 1951 oleh ayah mereka harus mereka pegang sendiri.

Tak hanya ditinggal ayahnya, mereka berdua juga harus melanjutkan perjuangan PT Djarum dengan kondisi mengenaskan. Pabrik rokok tersebut terbakar di tahun yang sama dan meninggalkan PT Djarum dalam kesulitan keuangan.

Hartono bersaudara pun melanjutkan usaha pabrik rokok yang ada di kota Kudus, Jawa Tengah tersebut pada masa mudanya. Berkat naluri bisnis dan ketekunan mereka, Hartono bersaudara akhirnya berhasil membawa perusahaan ini ke posisi yang lebih bergengsi sebagai salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

Pada tahun 1970-an, Djarum sukses menjadi salah satu pemasok rokok cengkeh terbesar di dunia. Pada tahun 1972, Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981.

Djarum terus mendulang kesuksesan melalui bisnis tembakau sebelum akhirnya mengalami masa suram saat krisis keuangan 1998. Setelah krisis keuangan Asia pada tahun 1998, Hartono bersaudara melirik peluang pada bisnis lain dan akhirnya membeli sebagian saham Bank Central Asia (BCA) bersama dengan Grup Lippo saat itu.

Keluarga Hartono membeli saham di BCA, setelah keluarga kaya lainnya, Salim, kehilangan kendali atas bank itu selama krisis ekonomi Asia 1997-1998. Lantaran kinerja terus memberikan hasil positif, Djarum pun menambah porsi kepemilikan di bank terbesar di Indonesia tersebut hingga akhirnya kini memiliki porsi saham mayoritas.



Simak Video "Elon Musk Salip Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya di Dunia Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT