ADVERTISEMENT

Ekonomi Digital Menggeliat, Sri Mulyani Ingatkan Potensi Kejahatannya Meningkat

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 28 Sep 2022 17:47 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Sektor digital Indonesia mengalami pertumbuhan. Meski memberi benefit di sektor ekonomi, perkembangan digitalisasi juga membawa risiko yang negatif.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, tumbuhnya ekonomi digital menciptakan platform baru terhadap praktek money laundry atau pencucian uang.

"Sektor ekonomi digital tumbuh, begitu juga digital transaksi. Itu memang memberi benefit terhadap inklusi keuangan, tapi juga menciptakan platform baru untuk money laundry dan kejahatan ekonomi," katanya dalam pertemuan Fostering Agility to Combat Money Laundering and Economic Crime secara virtual, Rabu (28/9/2022).

Namun dengan adanya program AML-CFT (Anti-Money Laundering and Counter-Terrorism Financing), Sri Mulyani menyebut Kemenkeu terus berupaya mencegah pencucian uang. AML-CFT juga dikenal sebagai program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT).

Di samping itu, Kemenkeu terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, Kepabeanan untuk mencegah pencucian uang dan pendanaan ke teroris. Apalagi kejahatan ini tidak terjadi hanya di dalam negeri, melainkan lintas negara.

"Kriminal sekarang menggunakan banyak cara untuk praktek money laundry, dikenal dengan kejahatan terorganisir atau sindikat kriminal," katanya menambahkan.

Di samping itu, tantangan lain yang dihadapi adalah terkait dengan keamanan data. Oleh karena itu ia mendorong adanya perlindungan data pribadi dari tindak kejahatan ataupun penyalahgunaan data.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT