Memilukan, Krisis di Inggris Bikin Anak Sekolah Rela Kunyah Karet

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Memilukan, Krisis di Inggris Bikin Anak Sekolah Rela Kunyah Karet

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 01 Okt 2022 11:45 WIB
BATH, UNITED KINGDOM - SEPTEMBER 25: In this photo illustration, British GDP £1 coins and bank notes are pictured on September 25, 2022 in Bath, England. The UK pound sterling fell to its lowest level against the U.S. dollar since 1985, as concerns grew at the prospect of a surge in the UK government borrowing to pay for the multiple tax cuts, announced in Conservative Party chancellor Kwasi Kwarteng’s mini-budget. The fall in the value of sterling is also contributing to the UKs cost of living crisis, as inflation hits a near-30-year high. (Photo Illustration by Matt Cardy/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: (Getty Images/Matt Cardy)
Jakarta -

Inggris sedang mengalami krisis ekonomi. Tingkat inflasi mencatatkan rekor tertingginya, dan mata uang pond sterling jatuh ke level terendahnya.

Krisis di Inggris berdampak pada banyak kalangan, termasuk anak-anak. Anak-anak di Inggris dilaporkan alami kelaparan sampai rela mengunyah karet.

Akibat tak mampu membeli makanan, tak sedikit dari mereka memilih pergi ke taman saat jam makan siang. Kondisi memilukan ini dialami anak-anak di banyak sekolah di Inggris.

Satu sekolah di Lewisham, London Tenggara, memberi tahu ada anak yang berpura-pura makan dari kotak makan kosong karena tidak ingin teman-temannya tahu bahwa tidak ada makanan di rumahnya.

"Kami mendengar tentang anak-anak yang sangat lapar sehingga mereka makan karet di sekolah. Anak-anak datang belum makan apa pun sejak makan siang sehari sebelumnya. Pemerintah harus melakukan sesuatu," kata Kepala Eksekutif Chefs in Schools, Naomi Duncan dikutip dari The Guardian, Sabtu (1/10/2022).

Di Inggris, murid berhak atas makanan gratis dari sekolah bagi yang orang tuanya berpenghasilan kurang dari 7.400 pound sterling atau Rp 120,78 juta (kurs Rp 16.322) per tahun. Menurut organisasi amal Child Poverty Action Group, masih ada 800.000 anak miskin yang tidak masuk daftar tersebut.

Sebuah kelompok masyarakat yang mengirimkan paket makanan darurat, Oxford Mutual Aid mengaku harus memangkas hari pengirimannya karena ratusan sukarelawan tidak dapat mengatasi peningkatan permintaan bantuan.

"Kami berjuang untuk memenuhi permintaan. Setiap hari saya mendengar tingkat kesusahan yang dialami orang-orang. Setiap hari saya berbicara dengan keluarga yang ketakutan karena tidak tahu harus ke mana," ujar Koordinator Muireann Meehan Speed.

Pendiri Launch Foods, Craig Johnson mengatakan orang-orang berbicara tentang krisis mendekat. Badan amal di Glasgow itu menyediakan makan siang gratis untuk 300 anak sekolah setiap hari.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT