ADVERTISEMENT

Mohon Bersabar, Harga Emas Diramal Bisa Turun Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 02 Okt 2022 06:30 WIB
Karyawan menunjukan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (18/1/2021). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Senin (18/1) berada pada posisi Rp 944.000 per gram atau turun Rp4.000 dari perdagangan akhir pekan lalu. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Harga emas dalam beberapa waktu terakhir tercatat terus mengalami penurunan. Merosotnya harga emas ini disebut bisa kembali terus turun hingga menyentuh level terendah.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan kondisi ini terjadi karena kondisi ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian.

Menurut dia harga emas bisa menyentuh US$ 1.500 per troy ounce. Ibrahim mengungkapkan, harga emas memang pernah menyentuh level terendah yaitu US$ 1.081 per troy ounce pada 1 Agustus 2018.

Ibrahim mengungkapkan, setelah harga emas menyentuh level terendah banyak orang berinvestasi di logam mulia. Pada 2020 saat pandemi COVID-19 terjadi harga melonjak gila-gilaan ke level US$ 2.074 per troy ounce.

Kemudian tak lama, harga kembali terkoreksi ke posisi rendah mendekati US$ 1.600 per troy ounce. Pada tahun 2021 harga emas masih bertengger di posisi US$ 1.651.

"Pada awal 2022 ini naik lagi jadi US$ 2.070, lalu terakhir sudah menyentuh US$ 1.614 per troy ounce dan ada kemungkinan besar ke posisi US$ 1.550 per troy ounce," jelas dia.

Ibrahim mengungkapkan penurunan atau kenaikan harga emas disebabkan oleh mekanisme pasar atau market maker yang ada.

Menurut dia untuk berinvestasi emas ini membutuhkan waktu yang panjang atau minimal menengah. "Jadi kalau emas tidak bisa jangka pendek investasinya. Minimal itu tiga tahun, itu minimal sekali. Lebih baik lagi jangka panjang," jelas dia.

Lepas Atau Tahan?

Ibrahim mengatakan untuk masyarakat yang memiliki investasi emas sebaiknya tahan untuk menjual atau tahan untuk tidak membeli.

Menurut dia untuk dolar AS juga saat ini nilainya suda terlalu tinggi. "Kalau dolar AS saat ini sudah sangat tinggi, untuk di logam mulia nanti ketika harga sudah di bawah US$ 1.600 itu adalah saat yang tepat untuk koleksi logam mulia," jelas dia.

Ibrahim mengungkapkan, harga emas disebut akan mentok di posisi US$ 1.550 per troy ounce. Setelahnya harga emas bisa kembali menuju level US$ 2.000 per troy ounce.



Simak Video "Harga Emas Naik, Warga di Parepare Ramai-ramai Jual Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT