ADVERTISEMENT

Ucapan Duka Cita dari Sederet Menteri Jokowi Atas Tragedi Kanjuruhan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 02 Okt 2022 15:54 WIB
This picture taken on October 1, 2022 shows security personnel (lower) on the pitch after a football match between Arema FC and Persebaya Surabaya at Kanjuruhan stadium in Malang, East Java. - At least 127 people died at a football stadium in Indonesia late on October 1 when fans invaded the pitch and police responded with tear gas, triggering a stampede, officials said. (Photo by AFP) (Photo by STR/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/STR
Jakarta -

Sejumlah menteri menyampaikan duka cita atas tragedi Kanjuruhan, Malang. Tragedi ini menimbulkan ratusan korban jiwa.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Lewat Instagramnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan duku cita mendalam atas tragedi tersebut. Ia pun meminta semua pihak untuk menundukan kepala dan mendoakan para korban.

"Duka cita mendalam atas peristiwa yang menimpa seluruh insan pecinta sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur," tulis Airlangga seperti dikutip detikcom, Minggu (2/10/2022).

Ia mengatakan, sepak bola sejatinya menjunjung tinggi sportivitas dan penuh kegembiraan. Ia tak ingin sepak bola penuh ketakutan.

"Sepak bola sedianya pertandingan yang menjunjung tinggi sportivitas dan penuh kegembiraan. Tidak ada dan jangan pernah lagi ada sepak bola penuh ketakutan dan berharga nyawa," ujarnya.

Senada, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan duka atas insiden ini. Ia meminta agar kekerasan dihentikan.

"Prihatin dan berduka yang dalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan. Sepak bola seharusnya jadi pemersatu, di dalamnya ada nilai sportivitas dan kemanusiaan," tulis Erick di Instagramnya.

"Hentikan kekerasan! Tidak ada sepak bola seharga nyawa," sambungnya.



Simak Video "Komnas HAM Serahkan Laporan Investigasi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT