Berkat BLT, Mayoritas Masyarakat Bilang Puas dengan Kinerja Jokowi

ADVERTISEMENT

Berkat BLT, Mayoritas Masyarakat Bilang Puas dengan Kinerja Jokowi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 08:00 WIB
Jokowi Ratas Evaluasi Mudik Lebaran, Istana Merdeka (Muchlis- Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi (Muchlis- Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Mayoritas masyarakat menyatakan puas atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu berdasarkan survei dari Indikator Politik Indonesia.

Salah satu alasan utama yang membuat masyarakat puas terhadap kinerja Jokowi adalah bantuan untuk rakyat kecil seperti bantuan langsung tunai (BLT).

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, survei ini dilakukan pada 13-20 September. Survei ini dilakukan dengan tatap muka dengan kriteria sampel antara lain Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia 17 tahun atau yang sudah menikah.

Adapun jumlah sampel sebanyak 1.220 orang dengan margin of error lebih kurang 2,9%. Serta, tingkat kepercayaan 95%.

"Lalu bagaimana dengan approval level presiden, yang mengatakan puas atau sangat puas itu kurang lebih 67% disurvei September hingga tanggal 20 September," katanya seperti dikutip dari YouTube Indikator Politik Indonesia, Minggu (2/10/2022).

Adapun detailnya, responden yang sangat puas 13,7% dan cukup puas 53,4%. Sementara yang responden yang kurang puas dan tidak puas sebanyak 30,8%, dengan rincian kurang puas 25,3% dan tidak puas sama sekali 5,5%.

Dia mengatakan, salah satu alasan masyarakat puas dengan kinerja presiden ialah karena adanya bantuan kepada masyarakat. Salah satunya seperti BLT.

"Memberi bantuan kepada rakyat kecil itu satu isu yang sekarang menjadi signature-nya pemerintah. Biasanya infrastruktur. Tapi di kondisi sekarang memberi bantuan kepada rakyat kecil menjadi salah satu yang membuat sekitar 67% warga tadi yang puas," jelasnya.

"Jadi mungkin salah satu yang menyebabkan kepuasan itu adalah kebijakan semacam BLT atau sejenisnya yang membuat masyarakat masih menyatakan kepuasan terhadap kinerja presiden," sambungnya.

Lalu, mereka yang tidak puas di antaranya disebabkan karena peningkatan harga kebutuhan pokok.

"Sementara 30,8% masyarakat yang tidak puas sebagian besar menyebut masalah peningkatan harga kebutuhan pokok yang meningkat, ada juga yang menyebut bantuan yang tidak merata," tambahnya.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT