Begini Upaya RI Geber Regenerasi Agar Anak Muda Mau Jadi Petani

ADVERTISEMENT

Begini Upaya RI Geber Regenerasi Agar Anak Muda Mau Jadi Petani

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 07:45 WIB
Meski bukan daerah pertanian, ibu kota Jakarta hari ini melakukan panen raya. Panen padi dilakukan berkat karya para petani di Rorotan, Jakarta Utara.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani menjadi fokus dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Anggota holding Pupuk Indonesia berupaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui Sekolah Makmur yang diinisiasi Petrokimia Gresik.

"Kita harus bisa menjalankan program Makmur yang saat ini kita perluas pemahaman dan kontribusinya, hingga pada regenerasi pejuang pertanian melalui penempatan Taruna Makmur. Saya titipkan tanggung jawab dan tugas dari program Makmur di wilayah kerja seluruh Indonesia melalui sinergi dan kolaborasi yang kompak di lapangan, dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia berkelanjutan," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangannya, dikutip Senin (3/10/2022).

Makmur berawal dari Project Agrosolution yang diinisiasi Pupuk Indonesia yang kemudian diadopsi oleh Kementerian BUMN dan digulirkan menjadi program nasional sejak Agustus 2021. Baik Makmur maupun Agrosolution, merupakan program yang menciptakan ekosistem pertanian komprehensif, mulai dari penyediaan dana atau modal usaha yang bersinergi dengan lembaga perbankan, jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker sehingga memberikan jaminan produktivitas dan kesejahteraan bagi petani.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, Sekolah Makmur memang digagas untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Makmur Kementerian BUMN dan Project Agrosolution Pupuk Indonesia Grup. Melalui Sekolah Makmur, Petrokimia Gresik berupaya mencetak SDM unggul bidang pertanian yang disebut dengan Taruna Makmur untuk ditempatkan di berbagai daerah.

"Program ini, merupakan salah satu implementasi dari strategi customer intimacy Petrokimia Gresik dalam menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan yang selama ini dialami petani," ujar Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik bekerja sama dengan sejumlah Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) memberikan kesempatan bagi mahasiswa aktif Polbangtan untuk mengikuti program ini. Pada Batch I 30 peserta terpilih menjadi Taruna Makmur, yang berasal dari Polbangtan Malang, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, dan Polbangtan Bogor.

Sebelum diberangkatkan, Taruna Makmur telah menjalani masa induksi atau pembekalan materi, serta pembinaan mental dan fisik selama 10 hari pada 12-21 September 2022. Program induksi difokuskan pada pengetahuan tentang perusahaan, budi daya tanaman, pemasaran, communication skills, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta distribusi pupuk dan teknik sosialisasi.

Sementara, pembinaan mental dan fisik dilakukan untuk meningkatkan daya juang Taruna Makmur dalam menghadapi berbagai kendala saat menjalankan tugasnya di lapangan.

"Saat ini, puluhan Taruna Makmur siap diberangkatkan ke berbagai wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Taruna Makmur, nantinya akan berperan dalam pendampingan administrasi dan operasional budi daya pertanian di daerah selama enam bulan, untuk mendukung peningkatan produktivitas serta pendapatan petani yang menjadi mitra Program Makmur maupun Project Agrosolution," tandasnya.

Upaya regenerasi petani berlanjut di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT