ADVERTISEMENT

UMKM Batik Dapat Modal hingga Bisa Mejeng di Luar Negeri, Ini Caranya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 09:35 WIB
Makna Hari Batik Nasional 2 Oktober dan Cara Memperingatinya
Ilustrasi/Foto: detikcom/Thinkstock
Jakarta -

Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober setiap tahunnya. Pelaku UMKM batik didorong memasarkan produknya secara online bahkan hingga menembus pasar internasional.

Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pupuk Indonesia (Persero) memiliki 23 UMKM batik yang dibina di berbagai daerah.

"Saat ini terdapat sekitar 23 unit UMKM bidang usaha batik yang menjadi mitra binaan sejumlah anak perusahaan kami di berbagai daerah," jelas SVP Umum dan TJSL Pupuk Indonesia, Yana Nurahmad Haerudin dalam keterangannya, dikutip Senin (3/10/2022).

Pembinaan UMKM batik ini, lanjut Yana, sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang menekankan pentingnya UMKM dalam perekonomian nasional. Menurut Erick, UMKM merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

Terdapat empat anak usaha Pupuk Indonesia yang memiliki mitra binaan yang bergerak di bidang usaha batik, antara lain PT Petrokimia Gresik (11 mitra binaan), PT Pupuk Kalimantan Timur (9 mitra binaan), PT Pupuk Sriwidjadja Palembang (2 mitra binaan), dan PT Pupuk Kujang Cikampek (1 mitra binaan).

Bentuk pembinaan kepada UMKM batik melalui pemberian bantuan modal, pendampingan, hingga pemasaran produk batik. Pembinaan ini meliputi partisipasi melalui sejumlah event pameran, pelatihan pemasaran secara online, hingga pembuatan website, dan sebagainya.

"Hal ini kami lakukan agar mitra binaan batik dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mengikuti tren pemasaran secara digital atau online," jelas Yana.

Nur Kholis, pemilik Batik Bangsawan Tekstil (BBT) mengatakan sejak 2016 produk batik miliknya telah menjangkau pasar di sejumlah negara seperti Thailand, Jepang, Prancis, bahkan Amerika Serikat (AS).

Ia merasa sangat terbantu dengan pembinaan dari anggota holding Pupuk Indonesia, yaitu Petrokimia Gresik. Menurutnya, bantuan modal yang didapatkannya berbeda dengan skema pinjaman modal dari perbankan, baik dari sisi bunga maupun keberlangsungan usaha.

Selain itu, Nur Kholis juga mengaku mendapat pendampingan dan pelatihan untuk pemasaran secara online. Menurutnya, pembinaan ini sangat membantu, terutama dalam pembuatan situs. Pemasaran secara online menurutnya berpotensi dapat meningkatkan omzet, karena akses internet dan smartphone saat ini sudah menjadi keseharian masyarakat.

"Walaupun produk yang kami jual batik tradisional, namun pemasaran kami sudah modern," jelasnya.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT