Jaga Stabilitas Harga
Timah Akan Kurangi Produksi 2006
Senin, 10 Jul 2006 15:42 WIB
Jakarta - PT Timah Tbk akan mengurangi produksi timahnya pada tahun ini. Langkah tersebut dimaksudkan untuk mempertahankan pasokan timah dunia sehingga harganya bisa naik."Harga timah saat ini US$ 8.200 per ton. Harga sebenarnya bisa ditingkatkan sekitar US$ 10-12 ribu per ton," kata Presiden Direktur PT Timah Tbk, Thobrani Alwi usai rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2006).Produksi PT Timah pada tahun 2005 mencapai 41.799 ton per tahun. Pada tahun 2006, perseroan berencana hanya akan memproduksi 38.407 ton.Indonesia sebenarnya bisa mempengaruhi harga timah karena dari total produksi timah dunia sebanyak 40 persennya berasal dari Indonesia.Menurut Thobrani, langkah untuk menaikkan harga timah itu dilakukan untuk meningkatkan keuntungan perseroan. "Selama ini keuntungan kita berkurang seiring meningkatnya harga minyak. Biaya produksi jadi meningkat," ungkapnya.Langkah lain untuk meningkatkan harga adalah dengan mengurangi kegiatan penambangan liar di sekitar wilyah kerja PT Timah. Untuk itu, Thobrani meminta pemerintah untuk melakukan tindakan tegas.Thobrani mengungkapkan, produksi penambangan timah tanpa izin itu lebih besar daripada produksi PT Timah. "Besarnya mencapai 80 ribu ton per tahun, sedangkan produksi PT Timah sebesar 40 ribu ton," cetusnya.Ia menambahkan, timah yang diproduksi penambangan liar itu banyak yang diselundupkan ke luar negeri sehingga merusak pasar seperti ke Singapura."Singapura tidak punya tambang timah, mereka hanya punya refinery (pengolahan). Seratus persen bahan timahnya dari Indonesia," ujarnya.Singapura bahkan mampu memproduksi timah sekitar 3.000 ton per bulan. "Padahal mereka tidak punya tambangnya," tandasnya.
(qom/)











































