Korea Utara Luncurkan Rudal ke Arah Jepang, Operasional Kereta Disetop

ADVERTISEMENT

Korea Utara Luncurkan Rudal ke Arah Jepang, Operasional Kereta Disetop

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 04 Okt 2022 09:31 WIB
North Koreas leader Kim Jong Un poses for a photo with  Korean Peoples Army medics during a meeting to recognise their contributions in fighting the coronavirus disease (COVID-19) pandemic in Pyongyang, North Korea, August 18, 2022 in this photo released by North Koreas Korean Central News Agency (KCNA). KCNA via REUTERS    ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA.     TPX IMAGES OF THE DAY
Kim Jong-Un/Foto: REUTERS/KCNA
Jakarta -

Korea Utara meluncurkan rudal balistik ke arah Jepang pertama kalinya sejak 2017. Kondisi ini membawa peringatan bagi warganya untuk berlindung hingga penangguhan sementara operasi kereta api di Jepang utara.

Dilansir Reuters, Selasa (4/10/2022), JCS Korea Selatan melaporkan, rudal tersebut tampaknya rudal balistik jarak menengah (intermediate-range ballistic missile/IRBM) yang diluncurkan dari Provinsi Jagang Korea Utara.

Rudal balistik itu diluncurkan dari pantai timur Korea Utara, lalu melewati Jepang hingga akhirnya jatuh ke laut Pasifik. Korea Utara menggunakan provinsi itu untuk uji coba beberapa rudal baru-baru ini, termasuk beberapa rudal yang diklaim 'hipersonik'.

Jurnalis TV Nasional NHK mengatakan, peluncuran tersebut mendorong East Japan Railway Co (9020.T) untuk menangguhkan operasi kereta api di wilayah utara. Meski begitu, tidak ada laporan kerusakan pesawat atau kapal akibat rudal tersebut.

Mengkonfirmasi kejadian itu, Juru Bicara Pemerintah Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan, rudal itu meluncur 4.600 kilometer (2.850 mil) ke ketinggian maksimum 1.000 km. Di sisi lain, ia menyebut, Jepang tidak menggunakan pertahanan apapun saat menghancurkan rudal tersebut. Peluncuran rudal ini pun mendapat kecaman dari jajaran pemerintah Jepang.

"Serangkaian tindakan Korea Utara, termasuk peluncuran rudal balistiknya yang berulang, mengancam perdamaian dan keamanan Jepang, kawasan, dan komunitas internasional, dan menimbulkan tantangan serius bagi seluruh komunitas internasional, termasuk Jepang," kata Matsuno.

Lebih lanjut, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pun turut memberi tanggapan dengan menyebut tindakan Korea Utara sebagai aksi yang 'barbar'. Ia mengatakan, pihaknya akan terus mengumpulkan dan menganalisis informasi perkara kejadian tersebut.

Peluncuran rudal balistik ini adalah yang kelima dalam 10 hari terakhir. Uji coba senjata ini dilakukan sejak Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan tengah melakukan latihan militer bersama dengan pasukan angkatan laut Jepang pekan lalu.

Korea Selatan juga menggelar pertunjukan persenjataan canggihnya sendiri pada hari Sabtu untuk menandai Hari Angkatan Bersenjatanya, termasuk beberapa peluncur roket, rudal balistik, tank tempur utama, drone, dan pesawat tempur F-35.

Lihat juga video 'Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Setelah Kapal Induk AS Tiba di Korea Selatan':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT