Tolak Masuk Usai Kantor Kebakaran, 50 Pekerja Amazon Diskors

ADVERTISEMENT

Tolak Masuk Usai Kantor Kebakaran, 50 Pekerja Amazon Diskors

Tim Detikcom - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 14:22 WIB
SANTA MONICA, CA - SEPTEMBER 6:  The Amazon logo is projected onto a screen at a press conference on September 6, 2012 in Santa Monica, California.  Amazon unveiled the Kindle Paperwhite and the Kindle Fire HD in 7 and 8.9-inch sizes. (Photo by David McNew/Getty Images)
Amazon/Foto: GettyImages
Jakarta -

Gudang Amazon kebakaran beberapa hari lalu dan akibatnya sejumlah karyawan diliburkan. Setelah peristiwa itu, karyawan kembali diminta masuk. Namun ada 50 orang yang ogah kerja.

Connor Spence, salah satu dari 50 orang pekerja itu. Connor Spence mengatakan, karena menolak bekerja usai peristiwa kebakaran itu, dia beserta 49 orang rekannya diskors perusahaan.

Kebakaran berawal ketika api menyambar gudang Amazon pada Senin kemarin dan menyebabkan seluruh karyawan di gedung Amazon dievakuasi dan dipulangkan. Saat pekerja shift malam datang, mereka tidak benar-benar diberitahu apa yang terjadi. Pada akhirnya, manager meminta pekerja untuk bekerja kembali.

"Masalahnya, gedung-gedung masih dipenuhi asap. Sulit bernapas di sejumlah ruangan," ujar Spence dikutip dari CNN, Kamis (6/10/2022).

"Kita juga minta dipulangkan dengan upah, karena tidak aman," imbuhnya.

Spence yang sebetulnya bekerja shift siang, tapi tetap berada di tempat kerja saat shift malam untuk membantu rekannya. Ia mengatakan, mereka mengatur penghentian kerja dan menuntut agar para pekerja dipulangkan dengan bayaran. Dia memperkirakan lebih dari 100 orang berpartisipasi dalam penghentian tersebut.

"Setelah beberapa saat jelas bahwa mereka tidak akan bekerja sama dengan kami, bahwa mereka tidak akan mendengar tuntutan kami, jadi kami memutuskan untuk keluar," katanya.

Juru Bicara Amazon, Paul Flaningan mengonfirmasi hal itu. Dia membenarkan ada 50 orang pekerja yang diskors.

"Senin sore kemarin ada api kecil di kardus di luar gudang JFK8, salah satu fasilitas kami di Staten Island, New York. Semua pekerja berhasil dievakuasi dengan selamat. Pekerja shift siang dipulangkan dengan bayaran," ujar Flaningan.

"Dinas pemadam kebakaran New York (FDNY) memastikan gedung aman dan pada poin itu kami meminta semua pekerja shift malam untuk masuk sesuai jadwal," tuturnya.

"Sementara sebagian besar karyawan melapor ke tempat kerja mereka, sekelompok kecil menolak untuk kembali bekerja dan tetap berada di gedung tanpa izin," kata Flaningan.

(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT