Jadi Pj Gubernur DKI, Heru Budi Hartono Punya Harta Rp 31,9 M

ADVERTISEMENT

Jadi Pj Gubernur DKI, Heru Budi Hartono Punya Harta Rp 31,9 M

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 07 Okt 2022 20:00 WIB
Heru Budi Hartono.
Foto: (Instagram Heru Budi Hartono)
Jakarta -

Kepala Sekretariat Kepresidenan (Kasetpres) Heru Budi Hartono ditetapkan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta. Dia akan menggantikan Anies Baswedan yang purnatugas pada 16 Oktober 2022 mendatang.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Heru Budi Hartono memiliki kekayaan senilai Rp 31,9 miliar atau tepatnya Rp 31.987.685.032. Harta itu dilaporkan pada 16 Februari 2022 untuk periodik 2021.

Kekayaan Heru Budi Hartono terdiri dari 12 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai daerah seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, hingga Karawang yang nilainya sebesar Rp 23.455.346.868.

Heru Budi Hartono juga tercatat memiliki 7 alat transportasi dan mesin berupa mobil serta motor yang nilainya Rp 1.293.369.000.

Lalu harta bergerak lainnya milik Heru Budi Hartono senilai Rp 617.450.000, surat berharga Rp 3.692.500, serta kas dan setara kas Rp 12.676.771.879. Dia memiliki utang sejumlah Rp 6.058.945.215, sehingga total kekayaannya mencapai Rp 31.987.685.032.

Heru Budi Hartono bukan nama yang asing di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dia sempat malang melintang mengisi berbagai jabatan di DKI sebelum akhirnya didapuk menjadi Kasetpres oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip dari lama Jakarta.go.id, Heru Budi Hartono pernah menjabat Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (Kabiro KDH dan KLN) serta Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara. Dia juga pernah menjabat Wali Kota Jakarta Utara semasa Jokowi masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Di era Gubernur Basuki T Purnama (Ahok), Heru Budi Hartono ditunjuk menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD). Dia kala itu dipercaya Ahok mengurusi normalisasi Waduk Pluit.

Pada 2017, nama Heru Budi Hartono semakin mentereng. Namanya sempat masuk bursa calon wakil gubernur pendamping Ahok kala Pemilihan Gubernur DKI di tahun tersebut.

(aid/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT