Mazda Kembali Gebrak Indonesia
Rabu, 12 Jul 2006 13:01 WIB
Jakarta - Setelah 'bercerai' dengan PT Indomobil Sukses International tbk, Mazda kini kembali menggebrak pangsa pasar otomotif Indonesia melalui PT Mazda Motor Indonesia (MMI). Dealership pertama Mazda di Indonesia ini berlokasi di Slipi, Jakarta Barat."Setelah dealership di Jakarta Barat ini, kami akan membuka di Jakarta Selatan, Pekanbaru, Banjarmasin, Balikpapan dan Samarinda dengan nilai investasi US$ 4 juta," kata Presdir PT MMI Yoshineri Nishihara saat konferensi pers pembukaan kantor MMI di Slipi, Jakarta, Rabu (12/7/2006).Mazda akhirnya memilih untuk kembali Indonesia karena selama tiga tahun terakhir, negara terbesar di Asia Tenggara ini mulai dipandang sebagai wilayah yang strategis. Nishihara mengakui bahwa tahun 2006 akan menjadi tahun ujian bagi Mazda. Target pangsa pasar pun belum dipatok. Yang pasti, Mazda hanya menargetkan angka penjualan 500 unit pada tahun 2006. General Manager Asia Pacific Sales Departement Mazda, Kiyotaka Ishii, menambahkan, Mazda akan fokus pada penjualan 7 tipe kendaraannya antara lain sedan RX-8 dan Mazda 3, dan jenis passanger car Mazda Tribute, serta jenis pick up B-Series. Untuk menggenjot penjualan dan mengeluarkan produk baru, Mazda berniat untuk berpartisipasi dalam pameran Indonesia International Motor Show. Dengan mengusung tema Zoom Zoom Spirit yang mengedepankan lifestyle sporty dan spirit playfull, Mazda berharap para penggemarnya kembali. "Target konsumen adalah mereka yang tahu definisi perbedaan Mazda dengan merek mobil lainnya," ujar Nishihara. Secara global, kinerja Mazda cukup mengesankan dengan mencatat kenaikan laba operasional hingga 49 persen pada tahun 2005 hingga mendekati angka Rp 10 triliun. Sementara pendapatan bersihnya naik 46 persen mendekati Rp 5,3 triliun.Ishii menambahkan, Mazda sebenarnya sudah dikenal di Indonesia sejak tahun 1960-an. "Dan kita yakin bisa mengembangkan opportunity di Indonesia," ujarnya optimistis.Namun Mazda belum berminat untuk membangun pabrik tersendiri di Indonesia. Pangsa pasar di Indonesia, lanjut Ishii, akan diisi impor CBU dari Thailand, Filipina dan Jepang. Meski tidak ada pabrik di Indonesia, namun konsumen tidak perlu khawatir karena MMI akan menyediakan sales, service dan sparepart. "Jangan takut mengenai suku cadang. Di Indonesia sudah disediakan suku cadang dan impor langung dari Thailand," tambah Ishii.Untuk pemberian kredit, nasabah juga dilayani dengan Mazda Finance yang juga terbuka untuk pembiayaan merek mobil di luar Mazda. Sayang untuk suku bunganya, Ishii masih enggan membuka. "Yang pasti lebih kompetitif," janjinya.Pada April lalu, Indomobil mengumumkan soal berhentinya kontrak eksklusif sebagai distributor utama Mazda. Pemutusan kontrak ini karena Mazda Motor Corporation, sebagai pemegang merek mobil Mazda di Jepang, berencana mendirikan perusahaan baru di Indonesia dengan nama PT Mazda Motor Indonesia.Indomobil memegang hak distribusi eksklusif Mazda melalui anak perusahaannya, PT Unicor Prima Motor (UPM). Indomobil memiliki 90,8 persen saham di PT UPM.
(qom/)











































