Dunia 'Gelap' 2023, Maruf Amin Minta Stabilitas Ekonomi dan Politik Dijaga

ADVERTISEMENT

Dunia 'Gelap' 2023, Maruf Amin Minta Stabilitas Ekonomi dan Politik Dijaga

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 12 Okt 2022 16:35 WIB
Wapres KH Maruf Amin, Blak-blakan 19 Juli 2021
Foto: Screenshoot 20detik
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil mengendalikan pandemi. Namun, ia meminta untuk tidak terlena dan menyebut pandemi belum sepenuhnya berakhir.

"Meskipun demikian harus diakui COVID-19 telah menghantam sendi-sendi aktivitas ekonomi dan sampai kini belum sepenuhnya dapat ditanggulangi. Di tengah komitmen kita untuk tetap Waspada dan tidak tergesa-gesa menyatakan pandemi telah berakhir," kata Ma'ruf Amin dalam Anugerah Layanan Investasi 2022 di Jakarta, Rabu (12/10/2022).

Apalagi, masalah yang lebih menantang akan datang di 2023. Tahun tersebut diprediksi menjadi tahun yang sulit bagi perekonomian global, seperti ancaman resesi, krisis pangan, krisis energi, hingga krisis keuangan.

Konflik geopolitik juga berimbas pada ketidakstabilan harga dan mendongkrak inflasi. Namun Ma'ruf Amin mengajak semua pihak tetap optimis menghadapi krisis tahun 2023.

Salah satu caranya adalah menjaga stabilitas ekonomi dan politik. Ini demi menjaga arus investasi ke Indonesia tetap lancar.

"Karena seberapa pun menariknya investasi secara nilai keekonomian, tanpa adanya stabilitas, investor akan memilih keputusan yang lain," katanya menambahkan.

Ma'ruf Amin menganggap investasi sebagai tulang punggung perekonomian. Investasi tidak hanya menyediakan lapangan kerja atau memproduksi barang dan jasa, melainkan dapat menopang keberlangsungan pembangunan.

Ia juga berpesan agar investasi bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat di semua wilayah. Misalnya dengan melibatkan masyarakat lokal pada proyek investasi.

"Keempat, investasi harus bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat semua wilayah, melibatkan masyarakat lokal. investasi kata kunci kemakmuran bersama," ujarnya.

Ia pun mengapresiasi Kementerian Investasi/BKPM yang dipimpin Bahlil Lahadalia yang membuat investasi lebih merata. Ma'ruf Am menilai Kementerian Investasi telah berjuang mewujudkan keseimbangan nilai investasi antara asing dan domestik.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT