Membandingkan Tiga Calon Ibu Kota Jabar Pengganti Bandung

ADVERTISEMENT

Membandingkan Tiga Calon Ibu Kota Jabar Pengganti Bandung

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Jumat, 14 Okt 2022 15:16 WIB
Sejumlah anak bermain di area proyek pembangunan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/1/2022). Presiden Joko Widodo berharap, uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung yang saat ini sudah mencapai 79,9 persen sudah bisa dilakukan pada akhir tahun 2022, dan sudah siap operasional pada bulan Juni 2023. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.
Tegalluar/Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memindahkan ibu kota provinsi Jawa Barat dari Bandung kembali mencuat. Ridwan Kamil atau pria yang akrab disapa Kang Emil ini pertama kali mengungkap rencana pindah ibu kota provinsi Jawa Barat pada Agustus 2019 silam.

Saat itu, dia menyebut rencana memindahkan Ibu Kota Jabar telah mendapat persetujuan dari DPRD Jabar untuk dilakukan kajian. Hal itu berdasarkan paripurna terakhir DPRD periode 2019-2024.

Ada tiga wilayah yang memang menjadi opsi pilihan pemerintah Jawa Barat sebagai ibu kota baru. RK menjelaskan tiga calon itu adalah Tegalluar, Walini, dan Kertajati.

"Sudah ada persetujuan (DPRD) wacana (pemindahan) pusat pemerintahan untuk dikaji dulu di beberapa lokasi. Ada di Tegalluar, Walini, atau Rebana," kata RK kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (29/8/2019) dikutip dari detikJabar.

RK juga pernah menjelaskan bahwa pemindahan itu bukan ibu kota tetapi pusat pemerintahannya yang akan pindah. Hal ini disampaikan dalam kesempatan berbeda.

"Ada jalur transportasi, ada rencana pengembangan baru. Kira-kira opsi pusat pemerintahan. Dari kemarin studi pusat pemerintahan, bukan ibu kota," ucap Emil di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Jumat (30/8/2019).

Lalu, bagaimana kondisi ketiga wilayah bakal calon Ibu Kota Jawa Barat?

1. Tegalluar

Tegalluar merupakan suatu desa yang berada di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Tegalluar sendiri menjadi salah satu wilayah yang berpeluang menjadi ibu kota Jawa Barat. Hal tersebut karena Tegalluar menjadi salah satu stasiun pemberhentian Kereta Cepat Jakarta - Bandung.

"Wilayah mungkin kita bisa harapkan ya, seperti lokasi Tegalluar, ini ada di luar kota. Tapi dengan adanya rencana rencana pemerintah Kabupaten/Kota atau Provinsi bahkan tadi Pak Gubernur, ini satu option yang paling besar kemungkinannya untuk peralihan ibu kota jabar itu di sini (Tegalluar)," ujarnya kepada wartawan usai meninjau stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kemarin, ditulis, Jumat (14/10/2022).

2. Walini

Merujuk dari catatan detikcom, Walini merupakan wilayah perkebunan teh dan terletak di antara Desa Mandalasri dan Desa Kanangsari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung.

Pada awalnya, proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung akan dibangun 5 stasiun. Sayangnya, dari rencana membangun 5 stasiun yang terealisasi hanya ada 4 stasiun. Stasiun yang batal dibangun adalah Stasiun Walini. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan Stasiun Walini akan dibangun setelah proyek kereta ini rampung.

"Ada beberapa developer (pengembang) yang deketin kita, bahkan ada yang berani buat bayarin pembangunan stasiunnya. Jadi nanti ada kemungkinan bakal bisa dibangun," ujar Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi ketika berkunjung ke Transmedi, Jakarta pada Senin (18/10/2021) lalu.

3. Rebana (Kertajati)

Merujuk catatan detikcom, Rebana merupakan kawasan metropolitan baru berupa Segitiga Rebana yang meliputi Cirebon, Patimban (Subang) dan Kertajati (Majalengka).

Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, penduduk di kawasan Rebana Metropolitan berjumlah 9,28 juta atau sekitar 18,82 persen dari total 49,3 juta jiwa penduduk Jabar per 2019.

Sebagai jantung pertumbuhan kawasan ini, ada Pelabuhan Patimban di Kab. Subang dan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kab. Majalengka yang berfungsi sebagai pusat konektivitas dan logistik. Rebana Metropolitan diproyeksikan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jabar di masa depan melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi, serta berkelanjutan.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT