Kenapa SIM Tak Berlaku Seumur Hidup Seperti KTP?

ADVERTISEMENT

Kenapa SIM Tak Berlaku Seumur Hidup Seperti KTP?

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Senin, 17 Okt 2022 14:40 WIB
SIM A dan C (Raja/detikSumut)
Kenapa SIM Tak Berlaku Seumur Hidup? Foto: Raja Adil Siregar
Jakarta -

Kenapa Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak berlaku seumur hidup seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP)? Pertanyaan itu mungkin pernah terlintas di pikiran kita.

Perlu diketahui bahwa masa berlaku SIM yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) adalah lima tahun. Apabila masa berlakunya sudah habis, maka pemegang SIM wajib memperpanjangnya dengan mekanisme yang sudah diatur dalam UU No. 2 tentang LLAJ.

Terdapat beberapa alasan mengapa SIM tidak memiliki masa berlaku seumur hidup seperti KTP. Salah satunya, sebagai upaya pengawasan soft competency termasuk tes kesehatan jasmani dan rohani bagi pemegang SIM umum.

"Perlu perpanjangan SIM sebagai upaya untuk pengecekan soft competency secara berkala yang tentunya untuk menjamin bahwa pemilik SIM merupakan responsibility driver/rider (pengendara yang bertanggung jawab)," jelas Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri dalam keterangannya pada Rabu (27/3/2019) silam.

Fahri menjelaskan, seseorang yang telah memiliki SIM berarti dia telah lulus tes kompetensi lunak (soft competency) dan kompetensi keras (hard competency). Tes lunak meliputi tes kesehatan jasmani dan rohani bagi pemegang SIM umum sedangkan tes keras meliputi pengetahuan, keterampilan mengemudi, dan perilaku yang dites melalui tes teori, simulator (bagi SIM umum) dan praktik.

"Jadi kenapa harus diperpanjang, karena soft competency seseorang bisa saja menurun, baik itu kesehatan jasmani atau rohani. Misalkan saja umurnya bertambah, maka ada kemungkinan penglihatannya menurun," katanya.

"Atau juga bisa saja hal yang lebih spesifik misalkan pernah terlibat laka lantas dan akhirnya diketahui bahwa yang bersangkutan sudah tidak bisa mengemudikan kendaraan bermotor lagi berdasarkan golongan SIM yang biasa maka perlu kendaraan bermotor khusus maka golongan SIM-nya harus berubah menjadi gol SIM D," sambungnya.

Selain itu, SIM juga berfungsi sebagai data forensik kepolisian melalui pengambilan foto, sidik jari dan tanda tangan serta data identitas yang ada di SIM. Meskipun sidik jari tidak akan berubah, namun tampak wajah dan tandatangan ada kemungkinan bisa berubah, terutama tampak wajah misalkan tambah jenggot, rambut jadi panjang dan sebagainya.

"Nah hal seperti ini tentunya perlu pembaharuan karena data forensik tersebut digunakan Polri untuk kegiatan penyelidikan dan penyidikan, sehingga memiliki database pengemudi untuk memudahkan Polri dalam melakukan pencarian seseorang berdasarkan data yang berada di pengemudi," tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, SIM yang masa berlakunya lewat satu hari dari masa tenggat, maka pemegang SIM wajib melakukan permohonan SIM baru. "Iya harus membuat SIM seperti mekanisme SIM baru," tandasnya.

Selain itu, perlu diketahui bahwa masa berlaku SIM berdasarkan tanggal lahir pemilik sudah tidak berlaku sejak tahun 2019. Masa berlaku SIM saat ini berdasarkan tanggal penerbitannya dengan masa berlaku SIM tetap 5 tahun. Hal ini berdasarkan surat telegram Korlantas Nomor ST/2664/X/Yan.1.1/2019, yang berisi bahwa masa kedaluwarsa dari SIM kini bergantung pada tanggal pencetakan.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT