Pabrik Makanan Beku Rp 120 M Resmi Beroperasi di Kawasan Industri Kendal

ADVERTISEMENT

Pabrik Makanan Beku Rp 120 M Resmi Beroperasi di Kawasan Industri Kendal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 18 Okt 2022 10:16 WIB
Fiesta Curry Wurst
Ilustrasi Makanan Beku. Foto: detikfood
Jakarta -

PT Central Proteina Prima Tbk. (CP Prima) melalui anak usaha PT Centralpertiwi Bahari (CPB), resmi mengoperasionalkan pabrik pengolahan makanan beku (Food Processing Plant) di Kawasan Industri Kendal. Pabrik baru ini akan fokus untuk mengolah makanan beku berbasis boga bahari dengan merek Fiesta Seafood dan Shifudo.

Emiten berkode saham CPRO itu membangun pabrik pengolahan makanan beku tersebut di atas lahan sekuas 2,2 hekater.

"Fasilitas baru ini berdiri di lahan 2,2 hektar dengan kapasitas terpasang mencapai lebih dari 1.000 ton per bulan yang akan semakin mengukuhkan posisi perusahaan dalam industri makanan olahan beku," kata Wakil Presiden Direktur CP Prima Paulius Juta dikutip Senin (18/10/2022).

PT Centralpertiwi Bahari merupakan anak usaha PT Central Proteina Prima Tbk yang memproduksi dan mendistribusikan produk olahan ikan dan udang beku baik ke pasar domestik maupun mancanegara. Tahun 2021, CPB memberikan kontribusi sebesar 14% terhadap pendapatan Perseroan.

Produk olahan makanan beku merupakan salah satu pilar yang akan mendorong pertumbuhan pendapatan Perseroan dimasa mendatang. Visi dan Misi CPB adalah menjadi perusahaan pengolahan makanan beku terpercaya. Secara konsisten menyuguhkan dan mempromosikan produk-produk olahan beku yang berkualitas tinggi, lezat dengan harga terjangkau.


Total biaya untuk membangun pabrik makanan boga bahari di Kendal adalah sekitar Rp 120 miliar. Perseroan telah mengeluarkan sekitar Rp 38 miliar dari dana internal untuk membeli tanah dan membangun fasilitas produksi pada tahun 2021 lalu, dan proses pembangunan ini akhirnya dapat terselesaikan dan diresmikan pada Senin 17 Oktober 2022.

Sebelumnya, Armand Ardika selaku Corporate Secretary CPRO mengatakan, Perseroan mempunyai rencana untuk membangun pabrik produksi makanan hewan kesayangan berikut gudangnya, serta beberapa capex lain seperti membangun fasilitas pembibitan udang di Bangka. Perencanaan pembangunan fasilitas pembibitan di Bangka ini disebabkan karena permintaan akan benur dari Bangka dalam beberapa waktu terakhir cukup tinggi.

Pendanaan program capex ini sebagian besar berasal dari dana internal Perseroan, walaupun tentunya tidak tertutup kemungkinan bahwa Perseroan dapat mendapatkan kredit investasi dari bank-bank yang tertarik untuk mendanai berbagai program capex Perseroan.

Perseroan menargetkan penjualan pada tahun 2022 tumbuh 5-10% dari penjualan pada tahun 2021, dan menjaga level Net Profit Margin yang sama atau lebih meningkat sedikit dari tahun 2021, agar market share Perseroan tetap terjaga dan sekaligus juga menghasilkan kinerja keuangan yang baik.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT