Siap-siap! Harga Makanan dan Minuman Bakal Naik Tahun Depan

ADVERTISEMENT

Siap-siap! Harga Makanan dan Minuman Bakal Naik Tahun Depan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 19 Okt 2022 18:06 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya inflasi 0,55% di Juni 2019. Penyumbang inflasi terbesar adalah naiknya harga makanan di selama Lebaran.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Ketua umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman, GAPMMI, Adhi S. Lukman mengungkap harga makanan minuman akan naik tahun depan 5% sampai 7%. Sementara setelah kenaikan bahan bakar minyak (BBM) kemarin, makanan dan minuman diklaim belum mengalami kenaikan.

"Karena kenaikan BBM hampir tidak naik harga, nah kita akan review akhir tahun ini atau awal tahun, kemungkinan akan naik akan naik 5% sampai 7% itu perkiraan saya seperti itu," katanya saat ditemui di sela-sela acara Trade Expo Indonesia k-37 tahun 2022, di ICE, BSD, Rabu (19/10/2022).

Komoditas yang akan naik harganya mulai dari biji-bijian, pupuk, dan komoditas pertanian lainnya. Ia juga menyebut komoditas energi juga berpengaruh pada kenaikan makanan dan minuman

"Saya pikir harga-harga tahun depan akan meningkat karena geopolitik belum menentu, perang masih ada, otomatis pertanian, pupuk, energi akan terganggu. Tahun depan itu biji bijian pasti akan tinggi negeri akan tinggi ini yang kita harus waspadai," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga makanan dan minuman, Adhi menyarankan agar Indonesia cepat mencari subtitusi pengganti bagi komoditas yang rawan dengan kenaikan harga. Sementara ini, konsumsi di Indonesia juga cukup tinggi di tengah tahun politik.

"Tahun politik cukup mendongkrak mamin. Karena banyak aktivitas banyak perjalanan semua pasti," tuturnya.

Meski begitu, pihaknya masih optimis meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan keadaan ekonomi tahun depan akan gelap. Pihaknya optimis persediaan masih cukup hanya saja permasalahan harga yang kemungkinan tidak bisa dihindarkan.

"Gelap tadi kata Pak Presiden kan, gelap nya di di luar negeri, di Indonesia masih optimis. Persediaan masih ok cuma masalahnya memang harga," tutupnya.



Simak Video "Google Pangkas 6% Karyawan Secara Global"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT