Erick Thohir Bertemu Bos Dorna, Bahas MotoGP 2023-Infrastruktur Mandalika

ADVERTISEMENT

Erick Thohir Bertemu Bos Dorna, Bahas MotoGP 2023-Infrastruktur Mandalika

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 19 Okt 2022 21:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir bertemu Bos Dorna bahas MotoGP 2023
Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikcom: Meteri BUMN Erick Thohir bertemu Bos Dorna bahas MotoGP 2023
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir bertemu dengan beberapa petinggi Dorna Sports yakni CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta dan Chief Sporting Officer Dorna Sports Carlos Ezpeleta Rabu malam (19/10/2022). Dorna Sports merupakan pemegang hak komersial untuk MotoGP.

Erick menjelaskan pertemuannya hari ini untuk membahas persiapan MotoGP 2023.

"Hari ini kita kedatangan Carlos dan Carmelo di mana yang mengelola Dorna kita membicarakan mengenai persiapan MotoGP tahun depan, Oktober tanggal 15, di mana kan kita jangan kalau buat event itu mendadak-mendadak lah. Paling tidak mereka datang ke sini mau memastikan persiapan kita seperti apa," paparnya Sarinah, Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Erick menjelaskan, sejumlah fasilitas pendukung untuk gelaran MotoGP sudah dibuka, salah satunya Hotel Pullman. Perbaikan aspal yang pernah jadi sorotan pun dilakukan.

"Saya sudah sampaikan alhamdulillah hotel sudah buka, Pullman soft opening itu totalnya 230 kamar, ini sebagai pendukung fasilitas yang kemarin belum ada dan tentu juga kita kembali konsisten melakukan perbaikan aspal yang memang waktu itu sempat menjadi isu," paparnya.

Selain itu, Erick juga bicara mengenai World Superbike Championship (WSBK) pada November 2022 mendatang. Erick berniat menghubungkan event ini dengan kegiatan G20.

"Dan kita juga akan ada World Super Bike bulan November ini, ini sudah diputuskan juga sama kita semua ini jadi road to G20 karena kan 11-12, itu World Super Bike abis itu langsung G20," katanya.

"Jadi sekarang kita lagi coba connect bagaimana juga yang ada di Bali bisa datang ke Mandalika karena itu week-nya satu minggu itu padet sekali semua. Jadi ini kesempatan kita sinergikan beberapa titik destinasi wisata. Karena tidak mungkin kalau kita membangun titik wisata itu sendiri-sendiri, nggak mungkin. Kalau ini bisa menjadi salah satu bersambung satu dan lainnya, ini menjadi hal yang bagus," paparnya.

(acd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT