Ada Minyak Goreng Curah Dijual di Atas Rp 14.000, Kemendag Buka Suara

ADVERTISEMENT

Ada Minyak Goreng Curah Dijual di Atas Rp 14.000, Kemendag Buka Suara

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2022 14:47 WIB
Minyak goreng curah.
Minyak goreng curah/Foto: Kartika Sari/detikSumut
Jakarta -

Sejumlah komoditas bahan pangan di pasaran ditemukan meningkat, seperti halnya minyak goreng curah dan beras. Sempat ditemukan minyak goreng curah dijual Rp 16.000 per liter di atas harga eceran tertinggi (HET), di Pasar Santa dan Pasar Mampang.

Plt Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) Kemendag Isy Karim mengatakan berdasarkan temuan stafnya secara langsung di pasar tersebut, harga Rp 16.000 tersebut bukan satuan liter melainkan satuan kilogram (kg). Jika harga Rp 16.000/kg, maka setara Rp 14.400/liter.

"Setelah dilakukan konfirmasi langsung oleh tim Bapokting, harga Rp16.000 adalah per Kg bukan per liter seperti diberitakan atau setara dengan Rp 14.400/liter," kata laporan yang diterima oleh Isy Karim, disampaikan kepada detikcom, Jumat (21/10/2022).

Harga itu memang juga di atas HET Rp 14.000/liter. Harga minyak goreng curah Rp 16.000/kg disebabkan karena pedagang pasar diketahui membeli minyak goreng curah dengan mendatangi langsung ke agen sehingga pedagang perlu menaikkan harga sebagai pengganti biaya angkut, biaya waktu dan biaya pengemasan.

"Terhadap hal tersebut kami telah melakukan edukasi agar minyak goreng curah dijual sesuai dengan HET Rp 14.000/lt atau Rp 15.500/kg," jelasnya.

Kemudian, temuan beras yang telah naik hingga Rp 18.000, Kemendag mengklaim berdasarkan penelusurannya tidak ditemukan beras medium maupun premium yang dijual dengan harga Rp 15.000-18.000/kg.

"Harga beras medium di Pasar Santa dan Pasar Mampang Prapatan berkisar antara Rp 10.000/kg - Rp 11.000/kg, sementara beras premium di kisaran harga Rp 12.000/kg - Rp 13.000/kg," jelas laporan Kemendag.

Menurut Kemendag, jenis beras yang ditemukan dengan harga Rp 15.000/kg - Rp 18.000/kg adalah jenis beras khusus dengan merk Pandan Wangi Special Cap Penguin.

Berdasarkan Penentuan Kualitas Beras yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Perdagangan bersama dengan Bulog dan Badan Ketahanan Pangan Kementan, beras tersebut merupakan beras khusus kualitasnya di atas medium dan premium.

"Beras Khusus merupakan beras yang perdagangannya dibebaskan sesuai dengan mekanisme pasar (HET tidak diatur). Beras khusus bukan merupakan jenis beras yang secara umum dikonsumsi oleh masyarakat. Konsumen beras khusus sangat segmented dan cenderung sedikit sehingga harganya relatif lebih tinggi dari beras medium maupun premium," tutupnya.



Simak Video "Berburu Minyak Goreng 'Minyakita' di Jakarta, Dapat Nggak Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT