Petani Bisa Cek Unsur Hara hingga Cuaca via HP, Ini Caranya

ADVERTISEMENT

Petani Bisa Cek Unsur Hara hingga Cuaca via HP, Ini Caranya

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 22 Okt 2022 11:41 WIB
Sejumlah petani memanen padi di Cikarang, Jawa Barat. Meski panen kali ini terbilang cukup, tapi para petani ini tetap menjerit. Kenapa?
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Pemerintah berupaya memaksimalkan hasil pertanian para petani dengan memanfaatkan teknologi digital. Petani dapat mengetahui kebutuhan unsur hara dan kondisi cuaca melalui sensor yang terintegrasi dengan aplikasi di perangkat telepon pintar.

Kominfo memperkenalkan teknologi digital ini kepada para petani di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

"Saat ini telah dikembangkan beragam solusi digital di sektor pertanian diantaranya melalui pemanfaatan sensor tanah dan cuaca. Melalui teknologi digital ini para petani dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya pertanian seperti pupuk dan pestisida dalam bercocok tanam sesuai kebutuhan," kata Ketua Tim Transformasi Digital Sektor Pertanian, Maritim, dan Logistik Kemkominfo, Wijayanto saat kegiatan Panen Raya Petani Digital 4.0 di Wanasaba, melalui keterangan tertulis, Sabtu (22/10/2022).

Penggunaan teknologi ini dilakukan dengan memasang perangkat Internet of Things (IoT) di lahan. Nantinya alat tersebut secara periodik mengirimkan informasi kondisi tanah dan cuaca yang kemudian diolah secara otomatis untuk menghasilkan rekomendasi tindakan.

"Nantinya melalui aplikasi itu petani dapat mengetahui apa saja kebutuhan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman di lahan seperti berapa banyak penggunaan air, pupuk, dan lainnya sehingga aktifitas bertani menjadi lebih efisien," jelasnya.

Ke depan, melalui teknologi ini para petani dapat memahami kebutuhan tanaman sesuai kondisi riil di lahan. "Semua kebutuhan tanah dan tanaman akan diinformasikan melalui aplikasi," tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Padi Irigasi dan Rawa, Direktorat Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Rachmat menjelaskan Keuntungan dari para petani dalam menggunakan teknologi ini adalah dapat lebih efisien dalam input produksi. Dikarenakan unsur hara yang akan diberikan kepada tanaman sesuai dengan rekomendasi dari aplikasi.

"Rekomendasi dari alat itu memang betul-betul dengan jumlah yang dibutuhkan oleh tanaman, pemupukan tidak lagi kurang atau berlebih karena jumlah unsur hara sudah tertera sangat jelas," pungkasnya.

Panen Raya Petani Digital 4.0 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan adopsi teknologi digital petani yang dimulai dari pemasangan perangkat, sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan rutin. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan petani yang ada di Desa Wanasaba, dan Desa Kembang Kerang Kabupaten Lombok Timur.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT