RI Takkan Istimewakan Singapura
Sabtu, 15 Jul 2006 16:15 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia tidak akan mengistimewakan Singapura dengan memberikan kompensasi khusus meski negara tersebut ikut terlibat dalam pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).Sejauh ini, Singapura hanya memberikan masukan mengenai model KEK yang berhasil mereka terapkan di negara lain. Namun konsep dan kewenangan masih di tangan pemerintah Indonesia."Tetap wewenang dan konsep kita yang kembangkan, tidak ada kompensasi khusus" kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam konferensi pers usai pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (15/7/2006).Mari menegaskan, siapapun investor yang berinvestasi di KEK akan mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang sama. Mengenai KEK, Mari menjelaskan, bahwa kawasan tersebut dikembangkan tidak hanya untuk tujuan ekspor tapi untuk juga melayani kebutuhan dalam negeri. Terkait KEK ini, Pemerintah Indonesia dan Singapura pada hari ini menggelar pertemuan pertama Joint Steering Committe dalam rangka pembentukan KEK di Batam, Bintan dan Karimun (BBK). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden SBY dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong 25 Juni lalu di Batam.
(qom/)











































