Jokowi Blusukan ke Pasar, Harga Pangan Aman Cuma Kangkung yang Naik

ADVERTISEMENT

Jokowi Blusukan ke Pasar, Harga Pangan Aman Cuma Kangkung yang Naik

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 25 Okt 2022 13:24 WIB
Presiden Joko Widodo berbincang dengan warga saat membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi minyak goreng di Pasar Rakyat Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/4/2022). Presiden membagikan uang tunai BLT minyak goreng sebesar Rp300 ribu, bantuan modal usaha sebesar Rp1.200.000 dan sembako untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.
Presiden Joko Widodo berbincang dengan warga saat membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi minyak goreng di Pasar Rakyat Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/4/2022). /Foto: ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Salah satu area yang dikunjungi adalah Pasar Klandasan.

Jokowi mengatakan harga pangan di pasar tersebut relatif stabil. Hanya saja orang nomor satu di Indonesia itu menyoroti harga kangkung yang mengalami kenaikan.

"Tadi saya cek di pasar juga harga stabil. Hanya satu barang yang naik tadi kangkung, itu aja," kata Jokowi yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/10/2022).

Sayangnya Jokowi tidak menyebut berapa harga kangkung yang dinilainya mahal itu.

Awalnya Jokowi sedang menjelaskan bahwa inflasi yang tinggi merupakan kewenangan Bank Indonesia (BI) untuk mengendalikannya lewat kenaikan suku bunga acuan (BI Rate). Di sisi lain, pemerintah daerah juga bergerak dengan dukungan APBD.

"Ongkos transport barang-barang yang mengalami kenaikan itu ditutup dari APBD. Ini juga akan mengurangi kenaikan harga barang dan jasa. Bisa diambil dari belanja tidak terduga dan 2% dari dana transfer umum, semuanya sudah tahu ini provinsi, kabupaten/kota," ujar Jokowi.

Simak juga video 'Harga Pangan Dunia Naik, Jokowi Pamer RI 3 Tahun Tak Impor Beras':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT