Dede Budhyarto Bikin Heboh Plesetkan 'Khilafuck', Pelni Buka Suara

ADVERTISEMENT

Dede Budhyarto Bikin Heboh Plesetkan 'Khilafuck', Pelni Buka Suara

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 26 Okt 2022 13:18 WIB
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mengangkut muatan perdana dari Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Rabu (14/9). KM Logistik Nusantara 4 milik Pelni itu mengangkut muatan semen dari Patimban untuk diturunkan di Kijang, Kepulauan Riau.
Dede Budhyarto Bikin Heboh Plesetkan 'Khilafuck', Pelni Buka Suara/Foto: dok. Pelni
Jakarta -

PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) buka suara terkait komisarisnya, Kristia Budiyarto alias Dede Budhyarto yang bikin heboh karena memplesetkan diksi khilafah menjadi 'khilafuck'. Gara-gara itu kini dirinya menuai kecaman dari berbagai pihak.

Corporate Secretary Pelni, Opik Taufik mengatakan bahwa perusahaan tidak ada kaitannya dengan pandangan dan aktivitas Dede Budhyarto di luar jabatannya sebagai komisaris.

"Terkait cuitan Bapak Kristia Budiyarto di media sosial pribadi beliau, dapat kami sampaikan bahwa perusahaan tidak ada kaitannya dengan pandangan dan aktivitas pribadi beliau. Seluruh pandangan pribadi beliau sepenuhnya menjadi ranah privasi dan tidak mewakili nilai-nilai yang dimiliki oleh perusahaan," kata Opik dalam keterangannya, Rabu (26/10/2022).

Sebagai perusahaan pelat merah, Opik memastikan Pelni menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan budaya AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif), serta taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Opik berharap apa yang terjadi saat ini tidak sampai mempengaruhi operasional perusahaan. Apalagi saat ini Pelni sedang meningkatkan layanan untuk bersiap menghadapi masa Angkutan Natal dan Tahun Baru.

"Semoga apa yang berkembang saat ini tidak mempengaruhi aktivitas maupun kinerja Perusahaan," harapnya.

Sebelumnya Dede Budhyarto memplesetkan diksi khilafah menjadi 'khilafuck' saat menuliskan pandangannya bahwa dalam memilih calon presiden (capres) tidak boleh asal. Hal itu dituliskannya di akun Twitter pribadinya.

"Memilih capres jangan sembrono apalagi memilih capres yang didukung kelompok radikal yang suka mengkafir-kafirkan, pengasong khilafuck anti Pancasila, gerombolan yang melarang pendirian rumah ibadah minoritas," cuitnya. Kutipan sudah disesuaikan dengan ejaan yang benar.

Pernyataan itu lantas menimbulkan berbagai komentar dari netizen. Banyak yang menilai cuitan Dede Budhyarto atau yang akrab disapa Kang Dede itu tidak pantas dalam posisinya sebagai komisaris perusahaan pelat merah (BUMN).

"Khilafuck????? Kelakuan komisaris seperti ini, nggak ada adab sama sekali," kata akun @B*ris*nO*O*i*i.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga turut berkomentar. Dia berharap Dede Budhyarto bisa dipecat dari jabatannya sebagai komisaris BUMN.

"Orang seperti ini harusnya dipecat saja sebagai komisaris, jangan sampai menjadi wajah BUMN," cuit Fadli dalam akun Twitternya @fadlizon.

Lihat juga video 'Polisi Dalami Laporan Anak Buah ke Petinggi PT Pelni':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT