Zulhas Beberkan Cara 'Tangkis' Ancaman Resesi Global Agar Tak Sampai RI

ADVERTISEMENT

Zulhas Beberkan Cara 'Tangkis' Ancaman Resesi Global Agar Tak Sampai RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 28 Okt 2022 06:30 WIB
Mendag Zulkifli Hasan
Zulhas Beberkan Cara 'Tangkis' Ancaman Resesi Global Agar Tak Sampai RI/Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta dukungan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk memulihkan ekonomi nasional sekaligus memperkuat pemerintah menghadapi tantangan ekonomi global.

Hal ini disampaikan Zulhas saat menjadi pembicara dalam acara pendidikan dan pelatihan HIPMI Jakarta, Kamis (27/10). Acara dengan tema Peran Pengusaha Muda dalam Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kesiapan Menghadapi Tantangan Global dihadiri Ketua Umum HIPMI Jaya Sona Maesana.

"Kerja sama itu penting. Pemerintah, pelaku usaha, dan semua pihak harus bekerja sama untuk mendukung visi Indonesia maju. HIPMI merupakan masa depan Indonesia. Tanpa pengusaha, Indonesia tidak bisa maju dan berkembang. Oleh karena itu, kita mendukung HIPMI agar bisa optimal apalagi menghadapi perlambatan ekonomi dunia," kata Zulhas dalam keterangannya, ditulis Jumat (28/10/2022).

Zulhas mengatakan, pihaknya telah menyelenggarakan Trade Expo Indonesia ke-37 secara hibrid. Acara tersebut secara luring telah ditutup pada Minggu lalu dan secara daring dilaksanakan hingga 19 Desember 2022.

Kegiatan tersebut diiringi dengan penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week 2023. Selama lima hari penyelenggaran, TEI ke-37 telah menghasilkan kontak hampir US$ 3 miliar dan terus bertambah. Sementara untuk JMFW selama tiga hari pelaksanaan dapat menghasilkan transaksi sekitar Rp 300 miliar.

"Kesuksesan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Selain itu didukung perwakilan dagang Indonesia di luar negeri yang memfasilitasi buyer untuk hadir di TEI 2022," jelas Zulhas.

Zulhas juga mengungkapkan, dunia sedang menghadapi perlambatan ekonomi. Bahkan, IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,2% pada 2022.

Indonesia harus mencari terobosan baru untuk menghadapi ancaman perlambatan dan resesi ekonomi dengan membuka pasar nontradisional, seperti Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Timur, hingga Amerika Selatan melalui perjanjian kerja sama dagang dan diikuti dengan kegiatan misi dagang.

"Kementerian Perdagangan menyiapkan jalan tol untuk memasuki pasar baru melalui berbagai perjanjian perdagangan," ucap Zulhas.

Zulhas berharap, pelaku usaha muda dapat meneruskan usaha memajukan perekonomian Indonesia. "Visi Indonesia maju 2045 bisa terjadi jika pelaku usaha bekerja sepenuh hati. Kementerian Perdagangan akan terus mendukung pelaku usaha agar Indonesia semakin maju," tutupnya.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT