Saat Para Suster Dagang Ganja, Raup Rp 18 M Per Tahun

ADVERTISEMENT

Saat Para Suster Dagang Ganja, Raup Rp 18 M Per Tahun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 28 Okt 2022 10:58 WIB
Ganja sebagai tanaman obat sudah mulai dilegalkan di Kolombia. Perusahaan Farmasi Pharmacielo bahkan mengembangkan budidaya ganja sebagai tanaman obat.
Ilustrasi/Foto: Dok
Jakarta -

Di California ada sebuah bangunan dan lahan yang dihuni oleh Sisters of the Valley. Para wanita ini merupakan biarawati yang dikenal sebagai the Weed Nuns.

Mereka dipimpin oleh Suster Kate yang merupakan ketua kelompok dan sudah memproklamirkan diri sebagai biarawati yang menanam ganja demi pengobatan berbagai macam penyakit.

Dikutip dari BBC disebutkan, Suster Kate California ini adalah tempat yang tepat untuk memproduksi ganja. Pasalnya negara ini merupakan yang pertama melegalkan ganja medis pada 1996. Lalu ganja untuk rekreasi dilegalkan sejak 2016 lalu.

Namun peraturan di beberapa negara bagian berbeda. Nah hal inilah yang membuat bisnis ganja Sisters of the Valley ini menemui kendala. Tak cuma kebun ganja, ada juga rumah yang dijadikan tempat peracikan obat berbahan dasar ganja.

Seperti yang dilakukan oleh Suster Camilla, dia memproduksi dan menjual obat-obatan sampai salep berbahan ganja. Sebelum pandemi COVID-19 bisnisnya ini bisa meraup pendapatan kotor hingga US$ 1,2 juta per tahun atau sekitar Rp 18 miliar.

Mereka selalu mendoakan agar bisnis mereka bisa berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan.

Sempat terpikirkan untuk menjual hasil produksi mereka melalui apotek. Namun akan banyak aturan yang menghadang hingga pungutan pajak yang lebih tinggi.

Tak cuma para biarawati ini, Joel Rodriguez juga menjalankan usaha toko ganja lokal dan beroperasi secara legal.

Namun banyaknya aturan dan tingginya pajak ini membuat banyak orang menyerah untuk berbisnis ganja ini.

Rodriguez merupakan salah satu orang yang mengeluhkan tingginya pajak dan biaya operasional yang mahal.

Bahkan untuk menyewa lisensi ritel di California saja dia harus merogoh kocek US$ 1.000. Kemudian ada biaya administrasi yang harus dibayarkan hingga ribuan dolar AS per tahun.

Dia menyebut operasional legal jauh lebih mahal dibanding ilegal. BBC menyebutkan perdagangan ganja ilegal diperkirakan bernilai sekitar US$ 8 miliar, kira-kira dua kali lebih besar dari perdagangan legal di California pada 2021 lalu.

Lihat juga video 'Polisi Buru Pria Bawa Kardus Isi Ganja 32 Kg di Deli Serdang':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT