Sah! RI Bakal Punya Proyek Uji Kendaraan di Bekasi

ADVERTISEMENT

Sah! RI Bakal Punya Proyek Uji Kendaraan di Bekasi

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 31 Okt 2022 14:09 WIB
Sah! RI Bakal Punya Proyek Uji Kendaraan di Bekasi
Foto: Sah! RI Bakal Punya Proyek Uji Kendaraan di Bekasi
Jakarta -

Indonesia untuk pertama kalinya akan mempunyai proving ground atau pengujian kendaraan di Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini akan digarap bersama Jepang dengan konsorsium Indonesia-International Automotive Proving Ground (II APG).

Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian Kerja Sama Proyek Badan Usaha (KPBU) Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Bekasi, Jawa Barat. Dalam waktu dekat rencananya akan dilakukan groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita akan groundbreaking bulan ini dan November tahun depan sudah mulai operasi. Semoga bisa dilaksanakan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2022).

Konsorsium yang menggarap proyek ini terdiri dari PT Gobel Internasional, PT Bintang Pradipa Persada, PT Hutama Karya (Persero), Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation, Toyota Tsusho Corporation, dan PT Astra Daihatsu Motor.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno mengatakan hal ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan standar kendaraan bermotor baik untuk kebutuhan nasional maupun ekspor.

"Serta menerapkan standarisasi pengujian kendaraan bermotor dengan mengikuti UNR sehingga dapat mendorong perkembangan industri otomotif di Indonesia," bebernya.

Fasilitas pengujian kendaraan pertama di Indonesia ini bertaraf internasional yang dilandasi oleh Association of Southeast Asia Nation Mutual Recognition Arrangement (ASEAN MRA). Pengujian kendaraan juga akan mengikuti standar United Nation Economic Commission for Europe Vehicle Regulations (UNR).

Hendro menjelaskan proyek ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 1,98 triliun dengan availability payment atau skema pengembalian kepada investor Rp 339,9 miliar per tahun. Targetnya proyek ini dapat melakukan 14.319 pengujian kendaraan per tahun.

"Periode kerja sama proyek selama 17 tahun, termasuk 2 tahun masa konstruksi dan 15 tahun masa operasi," beber Hendro.



Simak Video "Ngecas Mobil Listrik 30 Menit di Rest Area, Dapat Berapa Persen?"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT