Top! Minyak Sawit Sampai Kopi Asal RI Tembus Pasar Afrika

ADVERTISEMENT

Top! Minyak Sawit Sampai Kopi Asal RI Tembus Pasar Afrika

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 01 Nov 2022 17:10 WIB
Petani menjemur kopi arabika di Desa Curahtatal, Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (10/7/2020). Sejumlah petani mengeluhkan harga kopi arabika gelondong merah turun dari Rp13.000 menjadi Rp7.000 per kilogram akibat permintaan pabrik dan ekspor menurun sejak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Seno/pras.
Kopi/Foto: ANTARA FOTO/SENO
Jakarta -

Pemerintah saat ini terus mengembangkan ekspor produk Indonesia ke pasar utama seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Korea Selatan dan Eropa. Melalui Trade Expo Indonesia (TEI) juga membuka dan menggarap pasar non tradisional yang sedang berkembang di Afrika.

Ada sejumlah komitmen perdagangan yang terbentuk dengan negara Afrika seperti Mesir, Afrika Selatan dan Kamerun. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan banyak produk yang berhasil dipamerkan di TEI dan menembus pasar Afrika Selatan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menggarap pasar non tradisional.

Jerry melihat bahwa ke depan pasar Afrika akan terus berkembang sejalan dengan meningkatnya kestabilan politik dan kesejahteraan masyarakat negara-negara di kawasan tersebut.

Beberapa produk yang berhasil menembus pasar Afrika antara lain CPO dan turunannya, fashion, kopi, mesin, pupuk, obat-obatan dan lain-lain. Mengingat TEI masih berlangsung, Jerry yakin bahwa negara-negara Afrika juga akan makin melirik produk-produk lain seperti otomotif, elektronika hingga makanan dan minuman.

"Sangat-sangat berpeluang terjadi kesepakatan-kesepakatan baru dengan negara-negara lain. Exposure TEI kali ini sangat bagus mengingat ini menjadi event TEI pasca pandemi yang juga dilakukan secara offline disamping online. Teman-teman di Kemendag terus mempromosikan dan mengundang pelaku usaha dari Afrika untuk makin aktif mengeksplore produk Indonesia," kata Jerry dalam siaran pers, Selasa (1/11/2022).

Dia menjelaskan Afrika akan jadi target pasar penjualan produk dari Indonesia. Jerry menyebut bukan hanya sebagai pasar komoditas tetapi juga produk-produk manufaktur di bidang farmasi, elektronika, otomotif, mesin-mesin hingga alat-alat komunikasi. Dia yakin produk Indonesia cukup kompetitif dengan produk negara lain.

Selain itu, Jerry juga menekankan pentingnya ekspansi produk-produk jasa Indonesia ke pasar Afrika. Dalam sektor ini Indonesia punya banyak keunggulan kompetitif terutama dari kualitas tenaga kerja. Sektor-sektor jasa konstruksi, perminyakan, telekomunikasi, pariwisata dan kesehatan menjadi sektor yang cukup punya peluang.

"Jadi untuk pasar Afrika, bukan hanya produk barang yang punya peluang besar, tetapi juga produk-produk jasa. Saya berharap pelaku-pelaku industri di sektor tersebut juga makin aktif dalam berpromosi. Kami di Kemendag tentu akan memberikan fasilitasi dan dukungan penuh." ujarnya.

Untuk menunjang ekspansi ekspor Indonesia di bidang barang dan jasa, Jerry mengatakan bahwa Kemendag akan terus mengembangkan kerjasama dan perjanjian-perjanjian perdagangan dengan negara-negara Afrika. Ia berharap semua wilayah Afrika baik di Utara, Sub Sahara hingga Afrika bagian selatan bisa terjangkau oleh perjanjian-perjanjian perdagangan.



Simak Video "Kata Wamendes-Rocky Soal Korupsi Migor untuk Ongkos Tunda Pemilu"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT