Menang Tender Pipanisasi
Bakrie Tak Pikirin Pasokan Gas
Selasa, 18 Jul 2006 14:25 WIB
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang ditunjuk menjadi pemenang pipanisasi gas Kalimantan Timur (Kaltim)-Jawa Tengah (Jateng) tidak mengkhawatirkan masalah pasokan gas yang hingga kini belum jelas.Kelompok Usaha Keluarga Bakrie ini akan fokus pada pembangunan pipanisasi gas sepanjang 1.120 kilometer (km). Sedangkan negosiasi pasokan gas akan dilakukan seiring dengan berjalannya konstruksi."Nanti kita akan mengikat diri dengan perusahaan gas di Kalimantan. Memang belum ada kontraknya, tapi pembicaraan jalan terus," kata Dirut BNBR Bobby Gafur Umar dalam jumpa pers di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (18/7/2006).Bobby menjelaskan, bisa jadi Bakrie hanya akan menjadi penyedia transmisi yang hanya berurusan menangani masalah pembangunan pipa.Sedangkan masalah ketersediaan gas, Bakrie menyodorkan dua alternatif. Pertama, gas disediakan oleh Bakrie sendiri. Kedua, penjual dan pembeli melakukan negosiasi langsung dan hanya menggunakan jasa pipanisasi gas.Gas di Kaltim saat ini dipegang oleh beberapa pemain asing seperti Total dan Chevron Texaco. Namun Bobby yakin, cadangan gas di Kaltim lebih dari cukup baik yang sudah dalam bentuk P1 (proven/terbukti), atau P2 dan P3 yang masih belum digarap."10 tahun pertama P1 masih cukup. Sedangkan cadangan P2 dan P3 bisa jadi P1," ujar Bobby. Bobby juga optimistis pipa gas yang akan dibangun pada 2007-2009 ini bisa mencapai target pengaliran gas sebesar 700-1.000 million metric standard cubic feet per day (MMSCFD). Bakrie mengajukan toll fee sebesar US$ 0,84 per million british thermal units (MMBTU).Pipa gas ditargetkan mulai beroperasi pada 2009. Bakrie memiliki masa konsesi mengelola pipanisasi gas ini selama 25 tahun yang bisa diperpanjang lagi waktunya.Bakrie saat ini juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan shipper dan transporter pembeli gas di Jawa yaitu PT Indonesia Power (300 MMSCFD), PT Bayu Buana Gas (200 MMSCFD), PT Rabana Gasindo (100 MMSCFD), Indogas (400 MMSCFD), Bakrie Power (100 MMSCFD), serta Petronas dan Krakatau Steel.Menurut Bobby, dalam 7 hari ini pihaknya akan melayangkan surat kesanggupan pembangunan proyek kepada Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan menyetorkan dan awal US$ 1,26 juta.
(ir/)











































