Jangan Panik Ekonomi Dihantui Resesi, Simak Cara Ini Amankan Keuangan

ADVERTISEMENT

Jangan Panik Ekonomi Dihantui Resesi, Simak Cara Ini Amankan Keuangan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 02 Nov 2022 11:46 WIB
Apa Langkah yang Perlu Diambil Indonesia untuk Redam Dampak Resesi?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Pemerintah telah memberikan sinyal bahwa ekonomi global mendekati kondisi gelap dan diprediksi akan berlanjut sampai dua tahun ke depan. International Monetary Fund (IMF) aja telah memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2023, dari yang semula diprediksi dapat bertumbuh sebesar 3,8%, kini hanya menjadi 2,7%.

Kondisi tersebut ditengarai oleh lonjakan inflasi, suku bunga yang tinggi, perlambatan laju pertumbuhan ekonomi, hingga terhambatnya rantai pasok global akibat konflik geopolitik. Rumitnya masalah ekonomi global tersebut berdampak pada ancaman resesi global yang kian nyata.

Dampak yang dirasakan masyarakat juga akan beragam mulai dari berkurangnya penghasilan, kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga kenaikan harga kebutuhan pokok secara berkepanjangan. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik, namun antisipatif dalam menghadapi kondisi tersebut.

Kredivo, platform penyedia alternatif metode pembayaran, optimis bahwa masyarakat Indonesia mampu bertahan untuk menghadapi kondisi ekonomi pada saat ini. General Manager Kredivo Lily Suriani, mengatakan, salah satu faktor yang berkontribusi bagi fundamental ekonomi Indonesia adalah tingkat daya beli masyarakat.

"Kami optimis bahwa stimulus yang diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat akan dapat membantu Indonesia untuk melalui gejolak ekonomi," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (2/11/2022).

Lebih lanjut, salah satu bentuk antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi dampak dari gejolak kondisi ekonomi adalah dengan bijak mengelola keuangan. Apa saja yang dapat dilakukan untuk menjadi masyarakat cerdas dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi?

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Resesi, Berita Besar atau Dibesar-besarkan?

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT