Buruh Duga Isu Resesi Sengaja Ditebar Buat Jadi 'Hantu' Takut-takuti Ada PHK

ADVERTISEMENT

Buruh Duga Isu Resesi Sengaja Ditebar Buat Jadi 'Hantu' Takut-takuti Ada PHK

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 03 Nov 2022 06:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta jajaran menteri di bidang ekonomi menyetop narasi soal resesi. Presiden KSPI Said Iqbal yakin Indonesia tidak akan jatuh ke jurang resesi.

Said Iqbal menduga isu resesi dimanfaatkan sejumlah pengusaha untuk menghembuskan isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Menurutnya berita tentang PHK massal 45 ribu karyawan tekstil tidak benar.

"Tidak benar berita itu. Partai Buruh dan KSPI sudah mendalami fakta-fakta, tidak benar ada PHK 45 ribu lebih di sektor tekstil, garmen, sepatu. Saya sudah periksa tidak ada PHK, apalagi (sektor) otomotif," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/11/2022).

Terkait hal ini, ia mengecam menteri-menteri yang kerap memunculkan narasi resesi. Meskipun ia mengakui bahwa masyarakat Indonesia tetap harus waspada.

"Kami mengecam keras menteri yang bergerak di perekonomian dan pengusaha hitam soal resesi global. Resesi itu memang betul di Eropa, tapi tidak sampai ke Indonesia," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/11/2022).

Said Iqbal menggunakan istilah 'pengusaha hitam' kepada mereka yang memanfaatkan isu resesi untuk melakukan PHK. Ada dugaan mereka tidak mau menaikkan upah dengan dalih ekonomi sedang resesi.

"Sehingga, motif yang pertama mereka nggak mau naikin upah. Motif kedua, mereka mau pakai karyawan outsourcing," ungkapnya.

Said Iqbal menyebut ekonomi Indonesia masih tumbuh di atas 5%, hanya kalah dari India dan Filipina. Hal ini mempertegas Indonesia tidak akan resesi.

"Jadi yang resesi apa? Ini kemudian pengusaha-pengusaha memanfaatkan jargon-jargon narasi resesi," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Said Iqbal juga menuntut kenaikan upah minimum sebesar 13%. Rencananya buruh akan menggelar aksi demo di Kementerian Ketenagakerjaan pada Jumat 4 November 2022.

Kenaikan upah 13% dipertimbangkan dari laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Menurut Said Iqbal, Inflasi tahun kalender diprediksi mencapai 6,5%-7%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan hitungan tim buruh mencapai 4,95%.

"Tadi 6,5% inflasi sampai Desember 2022, pertumbuhan ekonomi litbang partai buruh 4,95% jadi 11,4%. Kami tambahkan 1,6% jadi 13%," jelas Said Iqbal.

Jika tuntutan tidak digubris dan upah minimum naik di bawah angka inflasi, buruh mengancam akan melakukan aksi lanjutan. Direncanakan 5 juta buruh dari 15 ribu pabrik akan menggelar mogok kerja di minggu kedua bulan Desember.

Simak juga video 'Dua Mata Pisau Resesi Bagi Pengusaha':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT