Elon Musk Kasih Kode soal Nasib Twitter Donald Trump, Bakal Aktif Lagi?

ADVERTISEMENT

Elon Musk Kasih Kode soal Nasib Twitter Donald Trump, Bakal Aktif Lagi?

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 03 Nov 2022 08:40 WIB
Donald Trump (AFP/STRINGER)
Foto: Donald Trump (AFP/STRINGER)
Jakarta -

Elon Musk mengisyaratkan akun Twitter mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak akan dipulihkan dalam waktu dekat meski dirinya sah menjadi pemilik.

"Twitter tidak akan mengizinkan siapa pun yang di-deplatforming karena melanggar aturan Twitter, kembali ke platform sampai kami memiliki proses yang jelas untuk melakukannya, yang akan memakan waktu setidaknya beberapa minggu lagi," kata Elon Musk dikutip dari CNN, Kamis (3/11/2022).

Sebelum resmi mengakuisisi Twitter minggu lalu, Elon Musk berjanji membatalkan setidaknya beberapa kebijakan moderasi konten platform dan menghapus larangan akun permanen. Dia juga secara khusus mengatakan akan memulihkan akun pribadi Trump, yang dilarang dari platform tak lama setelah pemberontakan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol.

Di sisi lain Trump mengklaim tidak akan kembali ke Twitter dan berencana untuk tetap berada di jejaring sosialnya sendiri, Truth Social. Meski begitu dia mengaku senang karena Twitter sekarang berada di tangan orang yang waras.

Sejak Elon Musk mengambil alih sebagai pemilik Twitter, platform tersebut menghadapi gelombang retorika kebencian yang telah menyebabkan protes dari kelompok masyarakat sipil dan mendorong beberapa pengiklan berpikir dua kali untuk berada di sana.

"Dewan moderasi konten Twitter akan mencakup perwakilan dengan pandangan yang sangat berbeda, yang tentunya akan mencakup komunitas hak-hak sipil dan kelompok-kelompok yang menghadapi kekerasan yang dipicu kebencian," ujar Elon Musk meyakinkan pengguna.

Dia mengaku telah bertemu perwakilan dari Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (The Anti-Defamation League/ADL), NAACP, Color of Change, Asian American Foundation dan beberapa kelompok lain untuk membahas bagaimana Twitter akan terus memerangi kebencian, pelecehan dan cara menegakkannya.

"Perusahaan telah fokus untuk mengatasi lonjakan perilaku kebencian di Twitter. Kami telah membuat kemajuan yang terukur, menghapus lebih dari 1.500 akun dan mengurangi tayangan pada konten ini hingga hampir nol," tutur Kepala Keamanan dan Integritas Twitter, Yoel Roth.

Simak juga Video: Mengenal Bluesky, Medsos Baru Buatan Pendiri Twitter

[Gambas:Video 20detik]




(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT