Airlangga Dorong Investasi & Bisnis Aviasi Berbasis MRO di KEK BAT

ADVERTISEMENT

Airlangga Dorong Investasi & Bisnis Aviasi Berbasis MRO di KEK BAT

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Jumat, 04 Nov 2022 22:59 WIB
Kemenko Perekonomian
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Pemerintah terus mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya dengan meningkatkan iklim investasi dan bisnis di Indonesia, termasuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Bersama dengan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Nadia Burger dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau langsung perkembangan KEK Batam Aero Technic (BAT) dan KEK Nongsa Digital Park (NDP) di Batam.

Airlangga mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk kesiapan Indonesia menerima investasi untuk pengembangan industri semikonduktor, digital talent, serta berbagai usulan proyek yang telah dibahas pada kunjungan kerja di Washington DC beberapa waktu lalu.

"Pertama kunjungannya ke Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic. Tadi kita tinjau fasilitas yang ada. Dan ditambahkan bahwa ke depan dibutuhkan kerja sama untuk engine maintenance, saat ini kami sedang bicara dengan General Electric dan kami mengarahkannya ke BAT. Engine maintenance ini sangat diperlukan, apalagi Batam Aero Technic memiliki 600 engine. Jadi itu sudah captive market sendiri," ungkap Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (4/11/2022).

Dalam kesempatan ini, Airlangga beserta rombongan juga melihat langsung perkembangan di KEK BAT berupa beberapa hanggar baru dan component shop. Seperti diketahui, berdasarkan PP Nomor 67 Tahun 2021, BAT beroperasi sebagai KEK dan berfokus pada kegiatan industri berbasis Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) pesawat udara serta logistik.

KEK BAT telah terintegrasi dengan Bandara Hang Nadim dan membuat KEK BAT terhubung dengan berbagai fasilitas seperti runway pesawat, penyediaan bahan bakar pesawat, hingga air dan listrik yang mendorong aktivitas industri MRO.

Dengan luas lahan KEK BAT sebesar 30 hektare, kata Airlangga, saat ini sudah digunakan 60% dari total luas lahannya. Dari total komitmen investasi sebesar Rp7,29 triliun sampai dengan tahun 2023, saat ini telah terealisasi sebesar Rp 567 miliar dan menyerap 1.404 tenaga kerja dari target 9.976 tenaga kerja di tahun 2030.

Dalam jangka menengah, Airlangga berharap KEK BAT dapat menangkap berbagai peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar USD 100 miliar pada tahun 2025. Adapun dibangunnya BAT ini diperkirakan akan menghemat devisa 65% hingga 70% dari kebutuhan MRO dari maskapai penerbangan nasional atau senilai Rp2 6 triliun per tahun.

Sementara itu, dalam bidang MRO, terdapat potensi kemitraan strategis dengan beberapa perusahaan dari AS dan Kanada. Beberapa di antaranya, Goodrich, Rockwell Collins, Proponent, Collins Aerospace, Boeing, Teledyne Technologies, Meggitt, Honeywell, dan Hamilton Sundstrand.

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut, Airlangga turut didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Wali Kota Batam, Kepala Badan Pengusahaan Batam, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Internasional, dan Staf Ahli Kemenko Perekonomian.

(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT