Set Top Box dan TV Digital Ludes Diserbu Usai Analog Disuntik Mati

ADVERTISEMENT

Set Top Box dan TV Digital Ludes Diserbu Usai Analog Disuntik Mati

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Minggu, 06 Nov 2022 08:32 WIB
Ilustrasi remot TV, TV Digital, TV Analog, remote TV,
Ilustrasi/Foto: Kenny Gida
Jakarta -

Per 2 November kemarin, pemerintah resmi 'memadamkan' siaran TV analog dan menggantinya dengan siaran TV digital. Alhasil, para pemilik TV analog itu mencari alternatif agar bisa tetap menonton siaran TV yaitu dengan membeli Set Top Box (STB) atau beralih ke TV digital.

Beberapa toko elektronik di Jakarta Selatan menyaksikan sendiri bagaimana kedua produk itu diburu masyarakat, terutama STB. Pegawai di Solusi Elektronik, Sandi mengatakan, produk STB di tokonya ludes terjual Jumat malam kemarin. Tokonya menjual STB merek Evinix seharga Rp 265 ribu.

"Semalam habis produknya. Rame-ramenya itu semalam. Hari-hari sebelumnya sudah ada lumayan banyak yang beli dan tanya-tanya, tapi nggak serame kemaren," kata Sandi, kepada detikcom, di Tebet Barat, Jakarta Selatan, Sabtu (05/11/202).

Sandi menyebut, produk STB di tokonya laku hinggal 10 pcs kemarin. Yang disayangkan, ia menyebut, tokonya menyediakan stok yang terbilang sedikit, yakni sekitar 13 pcs. Setelah stoknya ludes, Sandi mengatakan masih banyak orang yang datang ke tokonya untuk mencari STB.

"Ada juga antena digital, bisa juga nangkep sinyal siaran digital tapi nggak banyak yang beli. Mereka pada punya antena outdoor katanya jadi sayang," jelasnya.

Suasana serupa juga dirasakan di salah satu toko elektronik di kawasan SCBD. Sales Sharp di toko tersebut mengatakan, produk STB di tokonya laku keras. Produk yang dibanderol dengan harga Rp 289 ribu itu sudah banyak diincar sebelum pemerintah resmi menghentikan siaran TV analog.

"Yang laku banget kemarin ini (STB), cuman kosong barangnya. Laku banyak, cuman memang STB di kita stoknya terbatas," katanya.

Tidak hanya STB, hal serupa pun terlihat pada produk TV yang juga mengalami peningkatan penjualan. Bahkan dalam beberapa minggu ini mencapai lebih dari 10 TV.

"TV lumayan meningkat. Sebelum mau dihapuskan, baru info-infonya, isu-isunya aja udah lumayan. Beberapa minggu ini 10 nyampe, lebih banyak," sambungnya.

Untuk produk yang paling laku di gerainya, Ia menyebut, produk android TV 42 inch menjadi yang paling banyak dicari pengunjung. Alasannya, kebanyakan pembeli tidak hanya ingin membeli TV digital secara tanggung, tetapi juga mencari fiturnya.

"Untuk yang itu, harganya di Rp 4,399 juta. Di sini juga ada promo trade in, kalau ada TV rusak atau TV tabung, atau merek apapun, ukuran apapun, tukar di sini sama 42 inch yang android ini kita kasi potongan Rp 400 ribu," jelasnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh sales TV Polytron, masih di lokasi yang sama. Meski keputusan membeli TV relatif sesuai kebutuhan, tidak sedikit dari masyarakat yang tidak mau tanggung-tanggung dan langsung memilih smart TV atau android TV.

"Relatif, tapi rata-rata carinya yang smart TV. Kalau pembeli sini mah nggak tanggung-tanggung. Kalau mereka anggap bagus, ya dibeli gimana juga harganya," jelasnya.

"Cuman yang kemarin banyak banget dicari itu STB, yang ngeluarin hanya Sharp aja. Itu kacau sampai harganya nggak karu-karuan, di naikim sekian lah. Karena laku banget, abis di mana-mana," sambungnya.

Polytron merupakan merek lokal dengan kisaran harga paling murah, di mana untuk TV digitalnya mulai dibanderol Rp 1,8 jutaan untuk ukuran 32 inch. Sedangkan untuk smart TV, berada di kisaran Rp 2,5-6,09 jutaan.



Simak Video "Permintaan Produksi Set Top Box Naik Saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT