90% Bahan Baku Obat RI Didapat dari Impor, BUMN Bisa Apa?

ADVERTISEMENT

90% Bahan Baku Obat RI Didapat dari Impor, BUMN Bisa Apa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 08 Nov 2022 17:16 WIB
An unrecognizable female pharmacist uses a mortal and pestle to mix a custom medication for a patient.
Ilustrasi Obat (Foto: Getty Images/SDI Productions)
Jakarta -

Bahan baku obat mayoritas berasal dari impor. Holding BUMN farmasi pun melakukan berbagai upaya untuk menekan besarnya impor tersebut.

Direktur Transformasi dan Digital PT Bio Farma (Persero) Soleh Ayubi mengatakan, pada tahun 2016 lalu PT Kimia Farma Tbk yang merupakan bagian dari holding telah membentuk perusahan patungan (joint venture) dengan perusahan Korea, Sungwun Pharmacopia.

"Tahun 2016 Kimia Farma itu joint venture dengan Sungwun Pharmacopia, perusahaan farmasi dari Korea, spesifik memproduksi untuk bahan baku obat," katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (8/11/2022).

Dia mengatakan, hingga saat ini perusahaan telah memproduksi 12 jenis bahan baku obat. Pihaknya akan meningkatkan jumlah bahan baku obat yang diproduksi menjadi 28 bahan baku obat di tahun 2024.

Sejalan dengan itu, pihaknya akan mengurangi impor bahan baku obat di Tanah Air sampai 20%.

"Target kami tahun 2024 itu bisa memproduksi 28 bahan baku obat dari yang sekarang 12, dan di tahun 2024 pula kita targetkan pula untuk bisa mengurangi 20% impor bahan baku di Indonesia," katanya.

Besarnya impor bahan baku obat memang menjadi persoalan di Indonesia. Masalah bahan baku obat kian disorot terutama karena adanya pandemi COVID-19.

"Begitu ada pandemi kita mulai mengenali banyak sekali problem yang kita miliki dari mulai bahan baku yang kebanyakan masih impor sekitar 85-90% masih impor," katanya.

(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT