Bio Farma Dapat Bangunan Eks Flu Burung Rp 68 M, Mau Buat Apa?

ADVERTISEMENT

Bio Farma Dapat Bangunan Eks Flu Burung Rp 68 M, Mau Buat Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 07 Nov 2022 13:06 WIB
Pekerja bagian produksi Sinovac Biotech Ltd berada di pabrik barunya di kawasan Daxing, Beijing, China, Selasa (18/1/2022). Beroperasinya pabrik baru tersebut, Sinovac mampu menghasilkan tiga hingga empat miliar dosis vaksin COVID-19 per tahun. ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie/rwa.
Ilustrasi Pabrik Vaksin (Foto: ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie)
Jakarta -

Pemerintah memberikan penanaman modal negara dalam bentuk penyertaan aset fisik barang milik negara (BMN) kepada PT Bio Farma. Perusahaan mendapatkan bangunan dan peralatan eks flu burung milik Kementerian Kesehatan senilai Rp 68 miliar.

Aset ini diadakan sejak 2008, 2009, dan 2010 untuk mengatasi serangan flu burung. Setidaknya ada sekitar 20-an aset baik bangunan dan juga peralatan di dua tempat. Tempat pertama di Cisarua, Bandung Barat dan Pasteur, Kota Bandung.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan fasilitas ini akan digunakan untuk memproduksi vaksin dan alat kesehatan lainnya.

"Kami mau lakukan ekspansi pada kapasitas produksi, kami butuh support dari pemerintah dalam hal ini PMN lewat aset itu tadi," ungkap Honesti dalam rapat kerja dengan Komisi XI, Senin (7/11/2022).

Selain vaksin pihaknya juga akan memproduksi beberapa alat-alat pendeteksi penyakit. Bisa untuk pendeteksi COVID-19 hingga penyakit untuk hewan.

Menurut Honesti alat pendeteksi penyakit sangat penting. Di masa pandemi misalnya harga tes COVID-19 sangat mahal di tengah masyarakat, hal itu terjadi karena kebanyakan reagen atau alat tesnya diimpor.

Dengan adanya fasilitas produksi baru dari bangunan eks flu burung ini Bio Farma akan memproduksi alat tes sendiri yang harganya akan lebih terjangkau.

"Termasuk juga kit reagen, di 2021 pada saat COVID masih mewabah dan sangat tinggi kami lakukan keluarkan produk reagen fully impor. Dengan masuk ke sana maka suplai reagen akan membaik dan sisi harga bisa terjangkau oleh masyarakat," ungkap Honesti.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban menambahkan tujuan PMN dengan memberikan aset BMN ke Bio Farma adalah untuk mengoptimalisasi bangunan eks flu burung yang sudah lama terlantar. Terlebih lagi, bangunan-bangunan itu ternyata berdiri di atas tanah milik Bio Farma.

"Adapun tujuan dari penyertaan aset ini adalah untuk melakukan optimalisasi BMN berupa aset eks flu burung atas nama Kemenkes supaya bisa lebih produktif," papar Rionald di rapat yang sama.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT