BUMN Produksi Vaksin COVID-19 Kala Pandemi Mulai Reda, Telat Nggak Ya?

ADVERTISEMENT

BUMN Produksi Vaksin COVID-19 Kala Pandemi Mulai Reda, Telat Nggak Ya?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 17 Okt 2022 12:50 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir.
Foto: Wisma Putra/detikJabar
Jakarta -

Badan usaha milik negara (BUMN) PT Bio Farma resmi memproduksi vaksin COVID-19 bernama Indovac. Vaksin itu telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 13 Oktober 2022 lalu, di tengah kasus COVID-19 di Indonesia telah mereda.

Vaksin COVID-19 itu dikembangkan oleh BUMN PT Bio Farma yang bekerja sama dengan Baylor College of Medicine. Pemerintah pun menjamin vaksin tersebut halal dan aman.

Pengembangan vaksin COVID-19 BUMN dari hulu-hilir dilakukan di Indonesia oleh Bio Farma, mulai dari adaptasi teknologi seperti subunit berbasis rekombinan protein vaksin SARS-CoV- 2 dan rekombinan SARS-CoV-2 receptor binding domain (RBD), uji klinis hingga proses produksi dan pengemasan.

Sementara, Baylor College of Medicine (BCM) Amerika Serikat menyediakan seed (benih vaksin) untuk pengembangan vaksin. Hal ini yang membedakan vaksin COVID-19 BUMN produksi Bio Farma dengan vaksin COVID-19 lainnya karena dikembangkan dan diproduksi dari hulu ke hilir dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hampir mencapai 80%.

Meski saat ini pandemi COVID-19 telah terkendali khususnya di Indonesia, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Satibi Ali Kusnadi, mengatakan vaksinasi tetap masih diperlukan.

"Saat ini vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak juga belum dilakukan. Diharapkan dengan produksi vaksin COVID-19 oleh Biofarma ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap vaksin dan obat dari negara lain ,"ungkap Satibi, dikutip dari keterangannya, Senin (17/10/2022).

Dengan vaksin yang diproduksi sendiri, menurutnya, kemandirian pelayanan kesehatan di Indonesia akan tercapai. Sehingga dengan produksi vaksin Indovac oleh Biofarma ini merupakan prestasi tersendiri bangsa Indonesia.

"Kemandirian terhadap vaksin dan bahan baku obat merupakan suatu yang mutlak dilakukan oleh bangsa Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan sinergitas antara BUMN, perusahaan farmasi Nasional dan perguruan tinggi dalam memproduksi vaksin serta bahan baku obat. Diharapkan dengan adanya sinergitas tersebut ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat dan vaksin dari negara lain dapat terus berkurang," terang Satibi.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Simak Video 'Optimisme Erick Thohir soal Potensi RI Jadi Produsen Vaksin Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT